Home / Populer / Frans Lebu Raya: Perbedaan Itu Indah

Frans Lebu Raya: Perbedaan Itu Indah

Bagikan Halaman ini

Share Button
empat           (Dari kiri) Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Anggota DPD Abraham Liyanto.

 

MORAL-POLITIK.COM- Sebuah taman bunga tidak akan terlihat indah jika hanya satu warna bunga yang menghiasi taman itu, tetapi taman bunga itu akan menjadi indah jika dihiasi bunga yang berwarna warni. Begitupun Negara kita Indonesia. Walaupun kita berbeda suku, agama, ras, budaya adat isitiadat tetapi kita tetap satu, karena perbedaan Itu indah.

Demikian kata Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya dalam sekapur sirihnya, belum lama ini di Kota Kupang.

”Syukur atas anugerah Tuhan kita semua dapat berkumpul di tempat ini untuk mengikuti Sosialisasi Empat Konsensus Berbangsa dalam rangka Pemantapan Nilai-nilai Wawasan Kebangsaan MPR RI Tahun 2015”, tambahnya.

Frans Lebu Raya juga mengatakan, titip permohonan kalau bisa di Provinsi NTT ini dibentuk sebuah Lembaga khusus untuk menangani urusan Ideologi demi mempertahankan ke Empat Nilai-nilai Wawasan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Keempat hal ini, katanya, harus terpelihara dan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

Sebagaimana siaran pers dari Biro Humas Setda NTT, Frans Lebu Raya mengatakan Provinsi NTT merupakan provinsi yang rukun, toleran, saling menerima dan mendukung satu sama lain. Beliau juga meminta dukungan agar Pemerintah Pusat dapat memperhatikan Percepatan Pembangunan di NTT agar provinsi NTT merasa bermartabat di bawah payung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ).

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR H. C. Zulkifli Hasan dalam sambutannya mengatakan, “Puji Syukur pada Tuhan YMK kita dapat berkumpul bersama”. “Atas nama Pimpinan MPR RI Saya memberikan Apresiasi kepada Gubernur NTT dan seluruh rakyat NTT atas kerja samanya sehingga silahturrahmi ini dapat terlaksana”.

Baca Juga :  Kapan Eksekusi Mati 64 Napi Narkoba? Ini sikap Kejagung!

“Sebagai bangsa yang sudah lama diuji baik internal maupun eksternal kita perlu memiliki satu kesamaan cita-cita dan tujuan, demi mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur”, lanjut Ketua MPR RI.

Ketua MPR RI menambahkan “janji kebangsaan jangan hanya sebagai slogan dan retorika, akan tetapi mari kita wujudkan dalam perilaku. Menurutnya, kemiskinan, pengangguran, human traficking, perang antar daerah merupakan tantangan-tantangan yang harus dihadapi.

Zulkifli Hasan juga menyetujui ide dari Gubernur NTT yaitu perlu ada lembaga sendiri untuk urusan Ideologi demi mempertahankan ke Empat Nilai-nilai Wawasan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Di ahkir sambutannya, Ketua MPR RI menyampaikan, kita akan terus menerus menyelenggarakan sosialisasikan empat konsep dasar negara kita.

“Mari bersama mewujudkan jati diri bangsa kita dengan menjunjung tinggi nilai- nilai luhur para pendiri bangsa ini yang merupakan pijakan dalam kehidupan berbangsa yang mencintai budaya,” pungkas dia.

Sosialisasi Empat Konsensus Berbangsa dalam rangka Pemantapan Nilai-nilai Wawasan Kebangsaan MPR RI Tahun 2015, bertempat di Aula El Tari Kupang, pukul 11.30 Wita. Pada kesempatan itu hadir Ketua MPR RI Dr. H. C. Zulkifli Hasan, S.E,M.M , Gubernur NTT, Ketua DPRD Prov.NTT, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Prov. NTT, Anggota DPD RI Abraham Liyanto, Sekretaris Daerah Prov.NTT, Para Pimpinan Partai Politik, Para Pimpinan SKPD Lingkup Pemerintah Prov. NTT, serta para undangan peserta Sosialisasi Empat Konsensus Berbangsa dalam rangka Pemantapan Nilai-nilai Wawasan Kebangsaan MPR RI Tahun 2015. (erny)

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button