Home / Populer / Gedung Pemuda Kosong, Ini permintaan DPRD Kota Kupang…

Gedung Pemuda Kosong, Ini permintaan DPRD Kota Kupang…

Bagikan Halaman ini

Share Button
pemudaGedung Pemuda Kupang.

 

MORAL-POLITIK.com – Menyusul terbatasnya sarana gedung sekolah di Kota Kupang, DPRD Kota Kupang meminta aset pemerintah Provonsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jalan Pemuda, yaitu Gedung Pemuda dan lahan yang cukup luas di sebelahnya yang dibiarkan terbengkalai sekian lama itu, dapat dibangun sebuah gedung sekolah.

Permintaan ini disampaikan Anggota DPRD Kota Kupang Djainudin Lonek, saat pertemuan DPRD Kota Kupang bersama DPRD Provinsi NTT, Kamis (26/32015). Pertemuan ini sendiri dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang bersama Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, dan Wakil Ketua DPRD NTT Nelson Matara. Hadir Juga Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo, bersama Anggota DPRD NTT lainnya, yaitu Yulius Takandewa, Viktor Lerik, Anton Bele, dan Kardinad Leonard Kalilena.

Menurutnya, setiap memasuki penerimaan siswa baru, pemerintah Kota Kupang selalu disibukan dengan aksi demo dari para orangtua yang anaknya tidak mendapat sekolah Negeri.

“Kami anggota DPRD Juga selalu disibukan dengan pengaduan dari konstituen. Bahkan ada warga yang meminta tolong kepada kami dan menyebut mereka telah memilih sebagai anggota DPRD pada pileg lalu. Kami selalu dihadapkan pada pengeluhan dan permintaan yang sama setiap tahunya,” katanya.

Oleh karena itu, tambahnya, dirinya mengharapkan agar pemerintah provinsi mau bermurah hati dan menyerahkan aset tersebut kepada pemerintah Kota untuk dibuatkan sekolah negeri untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Menanggapi permintaan dari dari Anggota DPRD Kota Kupang, Djainudin Lonek, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno mengatakan, aset gedung yang diminta oleh anggota DPRD sulit diwujutkan. Pasalnya pemerintah provinsi berencana menyerahkan aset tersebut kepada KNPI yang telah lebih dahulu mengajukan permintaan kepada gubernur untuk memanfaatkan gedung dan lahan yang ada.

Baca Juga :  Petrus mengecam Ruki: Menyakitkan sekaligus juga memalukan

“Selama ini mereka tidak mempunyai gedung dan mengontrak rumah di sana-sini sebagai sekretariat, sehingga pemerintah berencana menyerahkan aset tersebut kepada mereka. Namun permintaan ini akan disampaikan kepada pemerintah. Siapa tahu kelak pemerintah tidak jadi menyerahkan aset tersebut, maka Pemerintah Kota bisa memanfaatkannya,” pungkas Anwar. (nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button