Home / Populer / Inilah Pesan Frans Lebu Raya kepada WBP Lapas Wanita Kelas III Kupang

Inilah Pesan Frans Lebu Raya kepada WBP Lapas Wanita Kelas III Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
flr disambutGubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Ny. Lusia Adinda Lebu Raya, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, dan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM NTT Dahlan Pasaribu, ketika disambut dengan tarian oleh Penghuni Lapas Wanita Kelas III Kupang.

 

MORAL-POLITIK.COM- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, pada acara Pembukaan Pelatihan Keterampilan Menenun bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Wanita Kelas III Kupang, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan pelatihan ini.

“Pelatihan menenun bermaksud memberi keterampilan kepada warga binaan. Apabila setelah selesai masa tahanan dan warga binaan kembali ke masyarakat maka keterampilan tenun ini dapat membantu meningkatkan pendapatan. Oleh karena itu fokusnya terhadap bagaimana bekerja, berusaha, mencari kesibukan sehingga tidak terjebak terhindar dari pelanggaran hukum, norma, dan tidak kembali lagi ke tempat ini,” tambahnya, belum lama ini.

Melansir Siaran Pers Biro Humas Setda NTT yang dikirim ke moral-politik.com, Frans Lebu Raya menuturkan, jajaran Pegawai Negri Sipil (PNS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwajibkan memakai baju tenun dua kali dalam seminggu yaitu setiap rabu dan kamis. Kebiasaan ini merupakan salah satu cara untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur dalam hal ini tenun ikat agar tetap ada.

Frans Lebu Raya mengharapkan komitmen dari semua penghuni lapas agar mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga memiliki bekal keterampilan menenun setelah meninggalkan tempat ini.

“Ikan di laut apabila ditangkap dengan di bom, jaring, lama kelamaan akan punah. Pohon jika ditebang sembarangan juga pasti akan habis tetapi yang tidak bisa punah adalah kreasi dan inovasi. “berani keluar dari kebiasaan, berkreasi dan berinovasi,” pungkas mantan Wakil Gubernur NTT ini.

Baca Juga :  SDA berdoa agar penetapan tersangka KPK hanya salah paham

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM NTT, Dahlan Pasaribu, SH, MM dalam sambutannya mengeluarkan satu pertanyaan, “Mengapa Menenun? Kerajinan tenun merupakan aset yang luar biasa. Selain unik dan beragam motifnya, kain tenun tidak luntur, lentur, ringan dan dapat dibuat menjadi pakaian, tas, sepatu. Oleh karena itu manfaatkan kesempatan ini untuk menggali pengetahuan praktis yang berguna untuk pengembangan diri. Pembinaan Lapas tidak dapat berjalan baik tanpa ada bantuan dan kerja sama dari pemerintah. Oleh karena itu besar harapan agar pemerintah dari hari ke hari semakin mendukung pembinanaan warga binaan Lapas Wanita Kupang.

Lapas Wanita Kupang juga melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Pendidikan Luar Sekolah. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa pihak Pemerintah Kota dan berbagai pihak telah memberikan perhatian yang semakin besar terhadap acara pembukaaan pelatihan menenun ini yang digelar di Aula Lembaga pemasyarakatan Wanita Kelas III Kupang, pada Selasa (03/3/2015), pukul 10.00 Wita.

Untuk diketahui, pembukaan pelatihan menenun bagi 54 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Wanita Kupang terselenggara berkat kerjasama Lapas Wanita Kupang dengan Sentra Tenun Ikat Ina Ndao. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas III Kupang dengan Rumah Tenu Ndao.

Acara pembukaaan pelatihan tenun ikat dihadiri oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Ketua Dekranasda Provinsi NTT Lusia Adinda Lebu Raya, Ketua DPRD Provinsi NTT Anwar Pua Geno, Kadis Perindustian dan Perdagangan Provinsi NTT Bruno Kupok, yang mewakili Ketua DPRD Kota Kupang Yoseph Jemari Dogon, Pimpinan Rumah Tenun Ina Ndao, Para Kadis, Pejabat Eselon III dan IV lingkungan Kanwil Kemenkumham NTT, Lurah Oesapa Selatan, Kepala Kementrian Hukum dan HAM NTT Dahlan Pasaribu, Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi, Kalapas Wanita Kupang dan jajaran, dan Warga peserta Binaan Pemasyarakatan di Lapas Wanita Kupang. (erny/nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button