Home / Populer / Jonas Salean: KPK Usut Proses Perekrutan Nama Penerima Beasiswa!

Jonas Salean: KPK Usut Proses Perekrutan Nama Penerima Beasiswa!

Bagikan Halaman ini

Share Button
jon                 Wali Kota Kupang Jonas Salean memantau lokasi Readymix di RT 12/RW 04, Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang, Jumat (22/8/2014).
MORAL-POLITIK.COM- Wali Kota Kupang Jonas Salean meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut secara tuntas proses perekrutan nama-nama siswa penerima Beasiswa, yang disinyalir telah dimainkan oleh salah satu Partai Politik (Parpol) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 yang lalu, demi kepentingan Parpol tersebut.

Hal itu dikatakan Jonas Salean kepada Direktur Pengembangan dan Penelitian KPK Roy Santoso, yang berkunjung ke Kantor Wali Kota Kupang beserta sejumlah pejabat KPK, kemarin, Senin (10/3/2015).

Menurut Salean, pada Pileg tahun 2014 lalu, banyak calon DPR maupun DPRD yang menggunakan kesempatan, dengan menawarkan bantuan beasiswa kepada masyarakat asalkan memenuhi kriteria-kriteria tertentu.

Jonas Salean menjelaskan, lembaran tawaran Beasiswa itu tertampang lambang Parpol tertentu, seolah-olah bahwa beasiswa yang ditawarkan merupakan beasiswa yang bersumber dari Parpol tersebut. Sedangkan, pada dasarnya Beasiswa itu adalah bantuan Pemerintah Pusat yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Kupang sesuai dengan kuota yang diajukan.

“Jumlah kuota penerima Beasiswa di Kota Kupang pada dasarnya berjumlah 19 ribu orang. Namun akibat permainan dari Parpol tertentu, kuota yang dikelola oleh Pemerintah Kota Kupang berkurang menjadi 11 Ribu, karena delapan ribu diantaranya, proses perekrutan penerima Beasiswa dilakukan oleh Parpol tersebut,” tambahya.

Awal mendengar adanya perekrutan 8 ribu nama penerima Beasiswa oleh salah satu Parpol, katanya, disambut baik oleh Pemerintah karena beranggapan telah mendapat penambahan kuota. Namun setelah ditelusuri, delapan ribu perekrutan nama penerima Beasiswa dari Parpol tersebut, merupakan hasil pemotongan kuota yang dimiliki Pemerintah Kota Kupang.

“Perekrutan 8 ribu nama penerima Beasiswa yang jelas berkaitan dengan nominal uang Milyaran Rupiah, dirincikan terjadi di beberapa wilayah di NTT, tepatnya pada Daerah Pemilihan, atau Dapil Dua DPR RI masa Pileg 2014, yang meliputi Kabupaten Sumba Barat, Barat Daya, Timur, dan Sumba Tengah. Selain itu, Kabupaten Belu, TTU, TTS, Kupang, dan Kota Kupang,” katanya kesal.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Ciri-ciri Khusus Penipuan Online

Oleh sebab itu, pungkas Jonas Salean, dirinya berharap KPK dapat segera menelusuri dan mengusut secara tuntas proses perekrutan nama-nama penerima Beasiswa di Pileg 2014 lalu, yang telah dilakukan oleh salah satu Parpol demi kepentingan Parpol tersebut. (nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button