biasaPresiden Joko Widodo saat menemui warga Indonesia di KBRI

MORAL-POLITIK.COM- Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyesalkan masuknya orang-orang partai politik, tim sukses, hingga relawan kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla ke dalam sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Fadli, Jokowi sudah mengingkari janjinya.

“Kalau (Jokowi) melanggar janji sudah biasa, bukan suatu hal yang luar biasa, suatu hal yang sudah biasa melupakan janji. Enggak ada yang baru,” kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Menurut Fadli, sebenarnya tidak masalah jika Jokowi-JK menempatkan orang-orang terdekatnya untuk menduduki jabatan penting di BUMN. Namun, saat kampanye pilpres 2014 lalu, Jokowi sudah berjanji untuk tidak bagi-bagi kursi.

Nyatanya, lanjut Fadli, praktik bagi-bagi kursi dilakukan saat pemilihan menteri, pemilihan kepala lembaga pemerintahan, hingga pejabat BUMN.

“Rakyat aja yang tertipu, sekarang sudah jadi kebiasaan, terbukti,” ucap politisi Partai Gerindra itu.

Beberapa BUMN dalam pekan ini merombak jajaran direksi dan komisarisnya. Dari jajaran baru komisaris baru itu, ada nama-nama tokoh yang sebelumnya memiliki jabatan di partai politik, tim sukses, hingga relawan politik.

Misalnya pada selasa (17/3/2015), BNI menyelenggarakan RUPS dengan agenda perombakan jajaran direksi dan komisaris. Khusus di jajaran komisaris, muncul nama Pataniari Siahaan.

Dikutip dari berbagai sumber, Pataniari merupakan pakar hukum dan kader PDI Perjuangan. Lahir di Balige, Sumatera Utara, 30 Juli 1946, Pataniari merupakan anggota Fraksi PDI-P DPR untuk periode 1999-2004 dan 2004-2009. Dia juga terlibat dalam panitia Amandemen UUD 1945.

Hingga saat ini, Pataniari juga tercatat sebagai salah satu pengajar hukum Universitas Trisakti. Pada Februari 2014 lalu, Pataniari dianulir dari jabatannya sebagai tim pakar seleksi hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Alasannya, Pataniari ternyata caleg PDI Perjuangan (PDI-P) daerah pemilihan Banten. Namun, dalam pemilihan legislatif, Pataniari tak lolos ke Senayan.

Sementara itu, pada RUPS Bank Mandiri yang juga digelar pekan ini, muncul nama Cahaya Dwi Rembulan Sinaga yang menduduki jabatan sebagai komisaris. Cahaya tercatat sebelumnya sebagai calon legislatif untuk DPR pada Pemilu 2009 dari Partai PDI-P untuk daerah pemilihan Kalteng. Namun, dalam perkembangannya, dia gagal melenggang ke Senayan. (baca: Ada Tim Sukses dan Orang Parpol di BUMN, Menko Sofyan Sebut dari Dulu Sudah Begitu)

Sebagaimana Pataniari, Cahaya Dwi Rembulan juga tercatat aktif di Universitas Trisakti sebagai Kepala UPT Multimedia Universitas Trisakti (2007-sekarang). Cahaya, yang juga tamatan Magister Ilmu HukumUniversitas Trisakti, merupakan pendiri PT Radio MS TRI 104,2 dan seorang konsultan. (erny)