Home / Populer / Kebakaran di Kota Kupang, PLN Menghambat Proses Pemadaman Kebakaran

Kebakaran di Kota Kupang, PLN Menghambat Proses Pemadaman Kebakaran

Bagikan Halaman ini

Share Button
kebakaran-niki-nikiIlustrasi kebakaran.

MORAL-POLlITIK.com – Kebakaran hebat yang terjadi di PT Atri Distribusi Indo yang terjadi di Jalan Pulau Indah, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu malam (28/3/2015), dimana api dengan cepat merambat sebuah perusahaan tersebut yang dilalap api merah, warga pun panik dan berusaha memadamkan tapi tidak bisa dipadamkan.

Pasalnya petugas pemadam kebakaran Kota Kupang yang ditelpon berulang kali untuk memutuskan aliran listrik ke wilayah itu, namun pihak PLN seperti sedang masuk angin tidak diangkat atau meresponsnya. Bahkan satu jam kemudian setelah kebakaran terjadi baru petugas PLN datang dan memutuskan aliran listrik di PT Atri Distribusi Indo itu.

“Kebakaran itu terjadi sekira pukul 19:00 Wita, kami menghubungi PLN untuk memutuskan aliran listrik di PT Atri Distribusi Indo yang terbakar namun tidak ada yang menghiraukan diangkat. Akibatnya petugas kami yang memadamkan kebakaran terpaksa harus menunggu sampai petugas PLN datang dan memutuskan aliran listrik,” ungkap kepala seksi pencegahan dan pelayanan Damker Kota Kupang, Rico Umar.

Dikatakan Rico, sekitar satu jam baru petugas PLN mendatangi di (TKP) dan memutuskan sehingga kita bisa maksimal dalam proses pemadaman si jago api. “Karena kami kesulitan memadamkan api karena PLN belum memutuskan aliran listrik. Tadi juga ada satub anggota saya yang tersnegat listrik sehingga saya memutuskan untuk mundur menunggu petugas PLN datang dan memutuskan aliran listrik,” tambahnya.

Kami saat itu membutuhkan waktu dua jam baru bisa memadamkan api yang membakar bangunan yang dijadikan gudang untuk menyimpan rokok, tambahnya, makanan ringan dan pampers.

Penanggung jawab gudang Areal Kupang PT Atri Dristribusi Indo, Yosar Ilhamsah mengatakan, dirinya belum bisa memperkirakan besaran total kerugian yang dialami akibat kebakaran tersebut.

Baca Juga :  Beli mobil Rp 100 juta untuk "mancing" Ayam Kampus

“Saya belum bisa menentukan besaran kerugian akibat kebakaran ini. Soalnya ada beberapa barang yang kami tarik dari Atambua dan sementara disimpan di gudang ini. Saya kaget juga ketika mendengar informasi terkait kebakaran tersebut sekitar pukup 19:20 Wita dari salah satu petugas penjaga gudang tersebut,” katanya lagi.

“Karena ini gudang kita fungsikan untuk menyimpan rokok, bahan kue, pempers, sapu dan makanan ringan ungkap pria asal jawa ini. Pantuan Moral Politik.com di TKP dilapangan, nampak sekitar 4 mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan berulang kali untuk memadamkan sijago api merah yang melalap bangunan yang dijadikan gudang PT Atri Dristribusi Indo,” pungkas dia.

Nampak beberapa pegawai PT Atri Dristribusi Indo ,mengeluarkan beberapa peralatan elektronik seperti kompoter untuk diamankan. Nampak petugas kepolisian dari Polres Kupang Kota mengamankan area kebakaran agar warga tidak terlalu dekat dari area Pemukiman kebakaran karena membahayakan bagi warga. (Sem)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button