Home / Populer / Koalisi Rakyat HPI Suarakan Kesetaraan Gender di NTT

Koalisi Rakyat HPI Suarakan Kesetaraan Gender di NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
libby-sinlaeloe-penolong-kaum-ibu-dan-anak-hzR Koordinator Koalisi Rakyat Untuk HPI Libby R Sinaleloe.

MORAL-POLITIK.COM- Memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI) ke-115, Panitia Bersama, Koalisi Rakyat Untuk HPI, yang terdiri dari Rumah Perempuan Kupang (RPK), PIAR NTT, dan Lopo Cerdas NasDem NTT, akan menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk menyemarakan HPI. Kegiatan yang akan dilakukan adalah kampanye publik dalam bentuk dialog publik dengan thema “NTT dan Keberagaman Dalam Bingkai Membangun dan Keadilan Sejahtera”. Selain itu ada kegiatan Donor Darah, Jalan Santai dan pengobatan gratis yang akan dilaksanakan di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang Barat.

Koordinator Koalisi Rakyat Untuk HPI, Libby R Sinaleloe mengatakan ini, kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Sabtu (7/3/2015), bahwa dalam Hut HPI kali ini, tiga lembaga yang punya kepedulian terhadap masalah kesetaraan gender merasa perlu memperingati HUT HPI dengan melakukan kegiatan kampanye keberagaman, khususnya soal kesetaraan gender di NTT.

Dia mengatakan, posisi perempuan di NTT masih dalam pergumulan untuk diberi ruang yang sama dengan laki-laki. Perempuan diposisikan sebagai bagian konsumsi. Coba lihat persoalan TKI yang marak saat ini, yang selalu menjadi korban adalah perempuan.

Selain itu, dirinya melihat mirisnya nasip perempuan di NTT. Perempuan selalu menjadi korban. Kasus KDRT di Kota Kupang dalam setahun ada tiga orang yang dianiaya suaminya sendiri hingga tewas.

“Catatan pendampingan rumah perempuanpada tahun 2014, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan berjumlah 457 kasus. Jumlah kasus ini tentu saja bukan merupakan representasi dari jumlah kasus kekerasan yang terjadi, karena kasus kekerasan terhadap perempuan ibarat fenomena gunung es, dimana sedikit saja yang muncul di permukaan, sedangkan masih banyak yang belum terkuak,” tambahnya

Pada kesempatan itu dia juga menyangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kaum perempuan, sehingga koalisi rakyat untuk HPI merasa dalam memperingati HUT HPI kali ini, perlu dilakukan kampanye besar-besaran untuk membuka mata dari pemerintah, agar kaum perempuan lebih diperhatikan, dan jangan hanya dijadikan komoditas saja.

Baca Juga :  Alasan Ahok pilih Sarwo Handayani jadi Cawagub DKI

Kegiatan memperingati HUT HPI akan dilakukan selama 5 hari, katanya, dimulai pada 8 Maret dan berakhir pada 14 Maret 2014. Khusus untuk kegiatan dialog publik akan dilakukan pada 11 Maret 2015 bertempat Aula Sekretariat Kantor NasDem. Kegiatan itu dimulai pada pukul 09.00 hingga Puku 14.00 Wita. Esoknya, 11 Maret 2015 akan dilakukan kegiatan donor darah yang akan dilakukan pada ditempat yang sama. Sedangkan jalan santaii dilakukan pada 13 Maret, dan pengobatan gratis akan dilakukan pada 14 Maret 2015.

Sementara itu Koordinator PIAR NTT Sarah Leri Mboeik, pada kesempatan itu mengatakan, HUT HPI perlu dijadikan momentum untuk melakukan kampanye kesetaraan gender. Selama ini masalah kesetaraan gender selalu diabaikan sehingga bebrbuntut pada kekerasan terhadap kaum perempuan.

“Persoalan TKI makan marak dan korban adalah perempuan. Negara ini tidak ramah memenuhi hak untuk perempuan. Kesejahteraan gender sangat jauh dari perempuan. Kesejahteraan hanya dinikmati gender tertentu,” katanya.
Selain itu dia menilai, Pelayanan publik di NTT, perempuan selalu menjadi yang terbelakang, mulai dari pendidikan, dan kesehatan. mainstream gender, tidak dikuti revolusi mental.

“Inilah potret marginilasasi terhadap perempuan. Momentum itu mengajak kita untuk berjuang mendapatkan keadilan sejahtera bagi kaum perempuan,” pungkas Sarah. (nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button