Home / Populer / Koq Anggota Polda NTT ini dipolisikan seorang Ibu?

Koq Anggota Polda NTT ini dipolisikan seorang Ibu?

Bagikan Halaman ini

Share Button
tipuIlustrasi.

 

MORAL POLITIK.com – Salah satu Anggota Dit Sabhara MaPolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Bripka Thomas Tomangkin, dilaporkan ke Polisi di Polda NTT kemarin siang, Kamis (26/3/2015). Karena bekas Anggota Sat Brimob yang baru pindah ke Dit Sabhara Polda NTT ini diduga Kuat terlibat sejumlah kasus penipuan dan penggelapan. Terakhir dia menipu dan menggelapkan kendaraan milik Ipda Petrus Djehonat, salah satu Anggota Samsat Dit Lantas Mapolda NTT.

Pada saat itu Thomas mencoba menggelapkan kendaraan micro/minibus dengan jenis Avanza warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1649 WWK milik PT Surya Darma Perkasa, 200c yang sudah menjadi milik Ipda Petrus Djehonat.

Dikatakan Ny Petrus Djehonat pun sudah melaporkan kasus ini di ruang SPKT Polda NTT dan diterima langsung oleh AKBP Jacobus Tanamal, Ka SPKT Polda NTT.

Kemudian Thomas meminjam mobil avanza tersebut sejak Senin (16/3) lalu. Dalam perjanjian, Thomas mengaku pada saat itu juga hanya menyewa satu hari dengan harga Rp 400.000.

“Seharusnya kalau kendaraan disewa satu hari maka harus dikembalikan pada Selasa (17/3), namun ini tidak dilakukan Thomas,” katanya saat mengadu di ruang SPKT Mapolda NTT.

Thomas malah menghilang dan sulit dilacak. Pemilik mobil avanza pun cemas dengan keberadaan kendaraannya apalagi sudah banyak warga yang menjadi korban penipuan oleh Thomas.

Beruntung kendaraan Avanza tersebut kehabisan bahan bakar. Setelah sembilan hari berjalan, pemilik mobil mengetahui keberadaan mobilnya di Naimata, pada Rabu (25/3/2015) siang kemarin, Ka Siaga SPKT 2 Polda NTT, Kompol Stefanus Baba ditemani Kompol Herman Bessie dan Bripka Y Masu mencari Thomas.

Aparat Polisi mengamankan Thomas beserta barang bukti mobil avansa di kediaman kerabat Thomas, Ny Tince Frans, di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Dan Thomas langsung digiring ke Mapolda NTT guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya.

Baca Juga :  Anies hapus larangan Ahok jadikan Monas tempat kegiatan agama

Kompol Stefanus Baba sendiri mengaku kalau selama ini pihaknya sudah banyak menerima pengaduan masyarakat soal aksi penipuan dan penggelapan mobil dan sepeda motor yang dilakukan Thomas. Polisi pun sudah lama mencari tahu keberadaan Thomas. (Sem)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button