Home / Populer / Mengapa Lulung Tuding Ada Komunis Baru Dibalik Polemik RAPBD?

Mengapa Lulung Tuding Ada Komunis Baru Dibalik Polemik RAPBD?

Bagikan Halaman ini

Share Button

tuding

Mengapa Lulung Tuding Ada Komunis Baru Dibalik Polemik RAPBD?

Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana usai menemui Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Rabu (4/6/2014)

MORAL-POLITIK.COM- Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana menuding saat ini telah terjadi konspirasi dalam perpolitikan Indonesia. Ia menyebut konspirasi tersebut dibentuk oleh gerakan komunis baru.

Lulung (sapaan Lunggana) menilai, polemik yang terjadi dalam pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) DKI 2015, merupakan salah satu aksi yang telah dilakukan oleh gerakan yang ia tuding itu. Tujuannya, untuk mengadu domba rakyat dengan para pemangku kebijakan.

“Kalau boleh saya ngomong ekstrim, saat ini konspirasi politik. Teman-teman boleh mengevaluasi. Ada yang membentuk opini dengan tujuan ingin menjauhkan pihak keamanan dengan rakyat, ingin menjauhkan pemerintahan daerah dengan rakyat, menjauhkan DPRD dengan rakyat,” kata dia saat menjadi pembicara dalam sebuah acara diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2015).

“Ini bentuk adu domba, dan ini konsep dari komunis baru,” kata dia.

Melansir kompas.com, pernyataan Lulung itu sempat membuat moderator acara bingung. Si moderator pun sempat mempertanyakan maksud pertanyaan tokoh asal Tanah Abang itu. “Kenapa komunis, bang?” tanya si moderator.

“Ya, kan adu domba. Komunis kan adu domba. Ini pandangan pribadi saya. Teman-teman silahkan evaluasi. Itu terjadi sejak pertengahan 2014 sampai dengan hari ini. Ini sudah terjadi,” katanya.

Pernyataan Lulung itu sempat membuat peserta diskusi tertawa. Sebagai informasi, Lulung menyampaikan hal tersebut dengan tujuan ingin menambahkan pernyataan pengamat ekonomi kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy.

Seperti halnya Lulung, Ichsanuddin juga menjadi pembicara dalam diskusi yang membahas seputar terjadinya polemik pada pembahasan RAPBD DKI 2015. Dalam pemaparannya, Ichsanuddin berharap agar para pemangku kebijakan tidak mudah diadu domba. Masyarakat pun, kata dia, jangan mudah terlena dengan konflik yang terjadi antar pemangku kebijakan.

Baca Juga :  Tetty Paruntu, Si Kepala Daerah Tercantik

“Kalau kita ribut, tiba-tiba Freeport diperpanjang. Kalau kita ribut, SKK Migas pergi ke pasar bebas. Jadi, jangan mau diadu domba. Karena begitu kita diadu domba, sumber daya alam kita diambil. Itu faktanya,” ujar Ichsanuddin. (vjb)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button