Frans-Lebu-RayaGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya.
 

MORAL-POLITIK.COM- Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan pegelaran kesenian Tiongkok bertempat di Oriental Resaturant, Selasa (10/3) pukul 18.00 Wita. Malam sosial yang digelar ini bertujuan untuk merangkul etnis Tionghoa dan menjalin persaudaraan lebih erat dengan seluruh warga Tionghoa di Indonesia, khusunya di Kota Kupang. Satu persatu artis, seniman dari Tiongkok pada malam itu menampilkan kesenian melaui taria n, lagu, atraksi seni yang sangat menarik.

Melansir Siaran Pers Biro Humas Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi suatu kesempatan emas bagi Warga Kota Kupang untuk menyaksikan secara langsung pertunjukan seni dari kebudayaan negeri China. Acara pada malam itu dibuka oleh Vivian Chung, pemain sasando berasal dari NTT.

Atas nama masyarakat dan pemerintah NTT, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada pimpinan dan anggota rombongan Pagelaran Kesenian Tiongkok dari Denpasar. Semoga Pagelaran Kesenian ini memberi inisiatif bagi masyarakat NTT untuk kembali pada budaya dan kesenian dalam hidup setiap hari.

Selanjutnya pada kesempatan itu Gubernur NTT memperkenalkan NTT pada rombongan dari Tiongkok.

Frans Lebu Raya mengatakan, NTT memiliki budaya dan kesenian teramat banyak. Dari Manggarai, Ngada, Ende dan Sikka, Flores Timur dan Lembata, Alor, Sumba, Sabu dan Rote serta budaya Dawan dan Tetun di Timor. Kekayaan dan keanekaragaman budaya dan kesenian ini mengkristal dari pengalaman hidup para leluhur ratusan bahkan ribuan tahun bereksistensi di daerah ini.

Namun demikian, tambahnya, kebudayaan dan kesenian daerah ini makin tergerus dan cenderung ditinggalkan atas nama kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi. Seolah-olah, bila kembali ke budaya dan kesenian lokal, kita merasa tertinggal dan kuno.

Realita miris ini mendorong pemerintah untuk bertekad mengembangkan NTT sebagai provinsi pariwisata. Hal ini karena, salah satu sendi pariwisata adalah wisata budaya. Kebudyaan dan kesenian daerah yang dilestarikan bisa dikelola sebagai aset pariwisata. Budaya dan kesenian sebagia potensi pariwisata, dapat dijadikan sebagai batu loncatan pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan dan lestari.

Kehadiran rombongan pegelaran kesenian Tiongkok di kota Kupang mengingatkan warga kota Kupang untuk menjaga budaya, menjaga keharmonisan. Karena melalui kebudayaan semuanya akan menjadi harmonis. Oleh karena itu Gubernur NTT mengharapkan warga Tionghoa, dimana pun mereka berada selalu hidup damai dan terus bekerjsa keras untuk membangun diri dan keluarga. Semuanya harus bersatu, baik dibidang politik, budaya, sosial dan ekonomi.

Gubernur NTT sungguh mengapresiasi Pagelaran Kesenian Tiongkok dan berharap, pagelaran ini tidak cukup berhenti malam ini. Pagelaran ini hendaknya memotivasi masyarakat daerah ini, untuk kembali ke akar budaya dalam hidupnya.

Pada pegelaran seni yang digelar di Oriental Restoran dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Walikota Kupang, Wakil Walikota, Ketua Anggota DPRD Provinsi NTT, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah NTT, Ketua dan anggota Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia NTT, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Bali, Pimpinan dan anggota Rombongan Pagelaran Kesenian Tiongkok dari Denpasar – Bali, Para pejabat sipil, TNI dan POLRI dan para undangan. (erny/nyongky)