Home / Populer / Panglima TNI: Penembakan 2 Tentara di Aceh Terkait Penemuan 3 Ladang Ganja

Panglima TNI: Penembakan 2 Tentara di Aceh Terkait Penemuan 3 Ladang Ganja

Bagikan Halaman ini

Share Button
mulPanglima TNI, Jenderal Moeldoko, memimpin apel siaga menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2014). Apel gabungan ini melibatkan 2.400 personel dari tiga angkatan di TNI dan Polri untuk pengamanan acara pelantikan 20 Oktober mendatang.

 

MORAL-POLITIK.com – Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, penembakan dua anggota TNI di Aceh pada Senin (23/3/2015) diduga terkait penemuan tiga ladang ganja oleh prajurit TNI. Moeldoko menduga, para pemilik ladang ganja tersebut merasa tidak nyaman dengan keberadaan anggota TNI di wilayahnya.

“Semua kasus ini dalam konteks pidana. Prajurit saya temukan tiga ladang ganja dan juga menemukan sabu. Mungkin mereka (pelaku penembakan) terganggu dengan itu,” ujar Moeldoko saat ditemui di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/3/2015).

Melansir kompas.com, Moeldoko mengatakan, beberapa waktu sebelum penembakan, prajurit TNI menemukan tiga ladang ganja di Aceh. Masing-masing seluas 15 hektar, 8 hektar, dan 1,5 hektar.

Menurut Moeldoko, TNI hingga saat ini bekerja sama dengan Polri untuk melakukan proses indentifikasi terhadap para pelaku penembakan.

“Perintah saya sudah jelas, cari pelaku sampai ketemu,” pungkas Moeldoko.

Dua anggota Kodim 0103 Lhokseumawe bernama Serda Indra Irawan (41) dan Sertu Hendrianto (36) ditemukan tewas dengan kondisi tangan terikat ke belakang, tubuh penuh luka tembak, dan hanya mengenakan celana dalam.

Selain itu, ada 12 selongsong peluru AK-47 dan tiga selongsong peluru M-16 di sekitar jenazah.

Saat dikonfirmasi pada Selasa (24/3/2015), Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Wuryanto menjelaskan, Indra dan Hendri sebenarnya pergi ke Kampung Alu Papan, Desa Alumbang, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, untuk bertemu sang kepala mukim (kepala desa) setempat.

Baca Juga :  Sejumlah Pakar Hukum Bahas Persoalan KPK dengan Bambang Widjojanto

Menurut Wuryanto, kedua anggota TNI tersebut sedang melakukan pembinaan masyarakat di bidang pertanian dan sosialisasi nilai-nilai kenegaraan. Namun, saat kembali dari tugasnya, Indra dan Hendri yang mengenakan pakaian preman tiba-tiba disergap oleh beberapa orang bersenjata yang tidak dikenal. (erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button