tembusPresiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membahas sistem transportasi massal di kantor presiden, Rabu (25/2/2015).

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Presiden Joko Widodo menganggap belum ada yang perlu dikhawatirkan dari nilai tukar rupiah yang melemah dibandingkan Dollar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah pada Senin (2/3/2015) sore ditutup pada angka Rp 12.970.

“Kalau kita melihat fundamental seperti itu, kita lihat relatif aman,” ujar Jokowi saat berbincang dengan wartawan di ruang pers Istana Kepresidenan, Senin petang. Jokowi melihat bahwa melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar AS terjadi pada semua mata uang dari negara lain.

Melansir kompas.com, Jokowi pun mengaku sudah berkonsultasi dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo untuk bisa menjaga rupiah pada level aman. Menurut Jokowi, lemahnya mata uang rupiah tidak akan berpengaruh pada perekonomian nasional. Pasalnya, dia menyebutkan pelaku ekonomi dan dunia usaha melihat pemerintah sudah melakukan sejumlah perbaikan fundamental ekonomi, misalnya ruang fiskal yang mulai longgar.

Jokowi menyebutkan, dalam bulan Januari dan Februari, terjadi deflasi. Pada Januari 2015, terjadi deflasi 0,24 persen dan pada bulan Februari kembali terjadi deflasi sebesar 0,36 persen.

“Ini sangat bagus sekali. Ini akan terus kita gerakkan,” imbuh Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyebutkan, pembangunan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) nasional telah berhasil memberikan sinyal baik kepada para pelaku ekonomi.

Kuatnya sistem ekonomi Indonesia saat ini, tambah Jokowi, juga didukung dengan cadangan devisa yang tinggi sebesar 114,3 miliar dollar AS. Neraca perdagangan dan aliran modal yang masuk ke Indonesia pun terlihat baik. Jokowi memaparkan data hingga Februari 2015, aliran modal mencapai Rp 57 triliun. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp 30 triliun.

“Karena apa (meningkat)? Mereka melihat, membandingkan dengan negara lain, kita punya fundamental yang lebih baik,” pungkas Jokowi.

Dengan indikasi-indikasi yang ada itu, Jokowi menilai bahwa perekonomian Indonesia sudah berada di jalur yang tepat. Lemahnya nilai tukar rupiah saat ini, kata Jokowi, murni disebabkan menguatnya perekonomian Amerika Serikat. (erny)