hamKomisioner Komnas HAM Siti Noor Laila (baju putih)

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Selama ini, Komnas HAM sudah menangani ribuan aduan yang menyangkut pihak kepolisian. Namun, baru pertama kali ini Komnas HAM disomasi polisi, itu pun somasi yang disampaikan individu, bukan institusi Polri.

“Kalau dari pihak kepolisian kayaknya baru ini. Kalau somasi-somasi ya biasa-biasa saja. Ini juga tidak dari institusi. Ini yang juga kami pilah,” kata komisioner Komnas HAM, Siti Noor Laila di kantornya, Jl Latuharhari, Jakpus, Selasa (10/3/2015).

Melansir detik.com, menurut Siti, selama ini Komnas HAM selalu berhubungan baik dengan institusi Polri dalam menangani kasus. Namun, entah mengapa, saat menangani laporan penangkapan Bambang Widjojanto yang dinyatakan telah melanggar HAM, ada beberapa oknum penyidik Bareskrim Polri yang tak terima dengan kinerja Komnas HAM.

“Selama ini kami kerja sama baik dengan Polri. Dalam konteks penyelidikan selalu bertukar info dan menganalisa bersama-sama. Tapi dalam konteks ini kan beberapa orang di Resskrim memberikan kuasa pengacara itu yang kemudian memberi somasi‎,” jelas Siti.

Terkait somasi yang disampaikan penyidik Bareskrim, Komnas HAM merasa tidak ada yang salah. Tak ada unsur pencemaran nama baik, karena memang kenyataannya ada unsur pelanggaran HAM dalam proses penangkapan BW.

“Komnas HAM merasa tidak ada pencemaran dan fitnah yang kami lakukan. Dalam UU hak asasi manusia, kewajiban pemenuhan terhadap HAM adalah negara, dalam hal ini pemerintah. Pelaksananya institusi-institusi negara termasuk kepolisian. Komnas tidak dalam hak memberi penilaian terhadap individu yang ada di kepolisian, tapi Komnas HAM menilai peristiwa tersebut ada pelanggarannya atau tidak. Karena itu, jauh dari pencemaran nama baik. Tapi kenapa kami disomasi?” tegas Siti. (vjb)