plnIlustrasi: Logo PT. PLN.

MORAL-POLITIK.COM- Tidak becusnya pelayanan PT. Telkom dan PT. PLN, sebaiknya kedua perusahaan milik negara ini diserahkan saja pengelolaannya kepada pihak swasta. Kalau mereka masih saja mengelola kedua PT itu pakai uang negara maka mereka tidak akan pernah bekerja maksimal untuk melayani rakyat.

Demikian dikatakan Jhoni Pandie, salah satu warga Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, dalam menyikapi buruknya pelayanan PT. Telkom dan PT.PLN di Kota Kupang.

Dia mengatakan, sudah saatnya pemerintah mengalihkan kedua perusahaan milik negara itu kepada pihak swasta agar pelayanan kedua perusahaan itu, yang membutuhkan jasa telekomunikasi lewat internet maupun listrik tidak terganggu, atau paling tidak lebih baik dari saat ini.

Menurutnya, perusahaan milik swasta jauh lebih baik dari pada perusahan milik pemerintah. Ambil contoh PT Telkomsel, pelayanan jasa selular di Kota Kupang tidak pernah sekalipun terganggu untuk waktu yang lama. Paling banter terganggunya jaringan milik mereka hanya beberapa menit saja. Coba bandingkan dengan PT. Telkom yang gangguanya bisa berjam-jam bahkan bisa berhari-hari. Para petugas hanya bekerja asal-asalan saja dan tidak pernah melayani masyarakat dengan baik.

telkomIlustrasi: PT. Tekom.

Mereka tentu berpikir bahwa tidak melayani pelanggan dengan baik tentu tidak ada masalah, sebab perusahan dibiayai oleh negara. Beda kalau perusahan swasta, mereka akan memutar otak bagaimanapun untuk melayani konsumen, karena moto pihak swasta pelanggan adalah raja. Hal yang juga terjadi untuk Perusahaan Listrik Negara. Sudah merupakan perusahan pemerintah, mereka juga merupakan satu-satunya perusahan listrik yang berada di negara ini, sehinngga mereka seenaknya saja untuk berbuat. Kalau dikomplain warga karena pelayanan, mereka seolah tidak peduli, bahkan ada petugas yang mengatakan kepada warga untuk tidak usah banyak protes. Kalau tidak puas maka putuskan saja listriknya, toh PLN tidak rugi. Uniknya kalau ada pelanggan yang terlambat membayar sehari saja, para petugas PLN sudah siaga untuk memutuskan jaringan listrik. Beda kalau ada gangguan yang dialami warga, ketika ditelpon berulang-ulang mereka tidak menjawab, bahkan ketika melapor langsung di kantor PLN, berhari-hari kemudian baru mereka datang memperbaiki.

Kalau sudah seperti, tambahnya, pemerintah sebaiknya menyerahkan kedua perusahan itu kepada pihak swasta saja. Kedua perusahan itu, khususnya PLN selalu mengklaim mengalami kerugian tiap tahun, kerugiannya bahkan mencapai ratusan miliaran bahkan trilyunan rupiah. Seharusnya pemerintah mengalihkan pengelolaan kedua perusahaan kepada pihak swasta saja, agar tidak merugi lagi. (nyongky)