susiMenteri Susi audit kapal eks asing.

MORAL-POLITIK.com – Pamer keberhasilan menjadi salah satu kebiasaan Susi Pudjiastuti setelah kurang lebih lima bulan duduk di kursi Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja Jokowi- JK. Semua berawal dari ‘kebencian’ Susi melihat aksi kapal asing yang beroperasi secara ilegal di perairan Indonesia.

Kapal-kapal milik negara tetangga leluasa menjelajahi dan mengeruk kekayaan laut alam Indonesia. Susi menggambarkan kondisi ini sebagai ‘terjajahnya’ laut Indonesia oleh negara lain. Karena itu Menteri Susi rajin mengeluarkan kebijakan-kebijakan dengan dasar menjaga keberlangsungan kekayaan laut Indonesia dari aksi nakal nelayan asing.

Melansir merdeka.com, moratorium izin kapal asing yang diikuti penenggelaman kapal asing pencuri ikan, diakui membuat negara lain ketar ketir. Kebijakan ini bukan hanya untuk menutup ruang gerak aksi pencurian ikan saja, tapi juga disebut sebagai upaya menyelamatkan nelayan lokal dan industri perikanan nasional. Selama ini, maraknya aksi pencurian membuat pasokan ikan dalam negeri minim sehingga harganya mahal.

Dengan menjaga laut dari aksi pencurian ikan, otomatis membuat harga ikan di dalam negeri jadi lebih murah. Setidaknya, itulah laporan positif dari nelayan yang berada di Medan dan Balikpapan kepada Menteri Susi.

“Sudah dapat laporan dari Medan, Balikpapan, terima kasih Bu Susi, harga ikan tenggiri murah. Biasanya kita enggak kebeli makan tenggiri karena mahal sekali,” ungkapnya.

“Biasanya ikan tenggiri jauh lebih mahal dari mujair. Nah sekarang masyarakat bisa beli,” pungkas Susi.

Dia juga mendapat laporan mengenai dampak kebijakannya terhadap kondisi perikanan negara lain. Susi sumringah manakala mengetahui kondisi perikanan negara tetangga remuk redam usai Indonesia menindak tegas aksi pencurian ikan. Merdeka.com mencatat saat-saat Menteri Susi pamer keberhasilan menghancurkan industri perikanan negara lain. Berikut paparannya… (bersambung)

erny