Home / Populer / Dituding melecehkan TNI dan Polri, ini bantahan Ahok

Dituding melecehkan TNI dan Polri, ini bantahan Ahok

Bagikan Halaman ini

Share Button
ahokiGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, ketika menghadiri acara HUT NTT ke-59 di Kota Kupang, Sabtu (20/12/2014). (Foto: Regen Mesah)

 

MORAL POLITIK – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah telah melecehkan profesi TNI dan Polri saat mengusulkan anggaran untuk honorarium personel TNI dan Polri yang membantu menyelesaikan berbagai kegiatan di Jakarta.

“Kok melecehkan? Kami (DKI) juga selama ini kalau mengatasi pembongkaran (bangunan liar) pakai bantuan TNI/Polri enggak? Pakai kan. Nah, saya bilang PNS kalau enggak bisa mengawasi orang kerja, kenapa DKI enggak minta bantuan TNI dan Polri yang mengawasi,” kata Ahok di Balai Kota, Senin (20/4/2015).

Melansir kompas.com, Ahok memberi contoh kegiatan yang perlu melibatkan anggota TNI dan Polri, antara lain kegiatan yang berkaitan dengan keamanan dan kebersihan di Jakarta. Menurutnya, PNS-PNS dan warga akan lebih disiplin jika dikomandoi langsung oleh personel TNI/Polri.

Pemprov DKI, tambahnya, boleh menggunakan jasa TNI/Polri. Bahkan, personel TNI dengan pangkat Letnan Kolonel jika dipindah ke Pemprov DKI, pangkatnya sudah IV/B atau setara Kepala Bidang.

“Kami juga pakai operasional dan beri mereka gaji, ada Pergubnya kok kalau ingin pakai jasa TNI/Polri,” katanya.

Selama ini Satpol PP bekerja sama dengan personel TNI/Polri jika melakukan pembongkaran kawasan kumuh, razia, ataupun menggusur pedagang kaki lima (PKL). TNI dan Polri tidak bisa langsung membongkar tanpa persetujuan atau izin sebelumnya dari Satpol PP.

Di sisi lain, Satpol PP berhak meminta bantuan TNI/Polri. “Saya bingung tiba-tiba dibilang melecehkan TNI/Polri. Sekarang pengawal saya siapa? Mereka juga datang dari Polri. Terus personel Polri jadi pengawal saya dianggap melecehkan? Itu sudah ada strukturnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Hanura : HT penyebab menurunnya dukungan surat suara

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Riano Ahmad menilai, Gubernur Ahok tak memahami tugas pokok dan fungsi dari TNI.

“Saya menegaskan bahwa TNI itu tupoksinya untuk mempertahankan dan menjaga kedaulatan negara dan Polri menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Itu sudah jelas. Jadi, jangan menimbulkan hal-hal yang bertentangan,” katanya di Gedung DPRD DKI, Senin (20/4/2015). (erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button