Home / Populer / Endang Sunjaya bicara soal Kerukunan Agama di NTT

Endang Sunjaya bicara soal Kerukunan Agama di NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
kapoldaKapolda NTT Brigjen Endang Sunjaya. (Foto: Biro Humas Setda NTT)

 

MORAL POLITIK – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Endang Sunjaya mengapresiasi kerukunan agama di NTT.

“Hal ini yang menjadi kekuatan untuk dan harapan bersama melalui diskusi, sharing antar agama ini diharapkan kerukunan agama ini tetap terjaga,” katanya pada acara Dialog Pemerintah Provinsi NTT dengan pimpinan Lembaga Keagamaan Tahun 2015, di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jl. El Tari Kupang, Senin (27/4/2015) pukul 09.00 Wita.

Anak-anak dari dini harus diberi kemahiran agar tidak menambah jumlah pengangguran, pugkas dia, tidak terlibat dalam human traficking dan ancaman narkoba. Itu yang harus kita hindari.

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya ketika membuka Dialog Pemerintah Provinsi NTT dengan pimpinan Lembaga Keagamaan Tahun 2015 menuturkan, kerukunan terjaga karena menghargai perbedaan, dan menjadi benteng untuk menangkal aliran jahat atau radikalisme.

Melansir siaran pers Biro Humas Setda NTT yang disampaikan oleh Karo Humas, Lambertus L. Ibi Riti, pada dialog ini Frans Lebu Raya memberikan materi tentang Strategi Percepatan Pembangunan Melalui Enam Tekad Pembangunan NTT Dengan Spirit Anggur Merah, dan Masuknya Aliran Agama Tertentu serta Ancaman ISIS. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (27/4/2015) pukul 09.00 Wita bertempat di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jl. El Tari Kupang.

“Kondisi Ekonomi di NTT pada tahun 2014 mengalami pertumbuhan ekonomi lebih tinggi yakni 5.04% dibandingkan dengan pertumbuhan nasional 5,02%. Inflasi NTT 7,76 lebih rendah dari nasional 8,36 dan penurunan penduduk miskin pada 2010-2014 sebesar 3, 43%,” katanya.

Selain itu berpedoman pada Tri Sakti yakni berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkripadian dalam bidang kebudayaan, tambahnya Pemerintah Provinsi NTT terus menerus bersinergi untuk memerjuangkan kemajuan dari hari ke hari dan tentu menjadi harapan bersama untuk bisa mewujudkan NTT menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Pemilihan Pimpinan MPR: KMP Vs KIH, 4-1 atau 5-0?

“Kami telah mengadakan rapat bersama Forkompimda dengan Tiga (3) Provinsi yakni Bali, NTB dan NTT untuk mendiskusikan persoalan terkait ISIS dan telah menetapkan strategi antisipasi,” pungkas Frans Lebu Raya.

Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang ketika mengikuti acara Dialog Pemerintah Provinsi NTT dengan pimpinan Lembaga Keagamaan Tahun 2015, menuturkan bahwa kerukunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup baik dan sangat menjanjikan.

Melansir siaran pers Biro Humas Setda NTT yang disampaikan oleh Karo Humas, Lambertus L. Ibi Riti, Uskup yang memimpin Umat Katolik dan para Iman di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Alor ini menambahkan, bahwa penghargaan terhadap perbedaan, kesadaran menghormati, menghargai sangat tercermin dalam keseharian masyarakat NTT.

Jika tidak ada penghargaan, tambahnya, akan memicu munculnya radikalisme. Disamping itu kemiskinan juga bisa menjadi pintu masuk untuk radikalisme.

Terkait Swasembada Pangan, pungkasnya, pemerintah provinsi diharapkannya memperhatikan dan memperbaiki irigasi di Oepoli, Bena dan yang ada di Benanain. (erny)

 

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button