Home / Populer / 3 Calon Pimpinan KPK Dilaporkan Romli Atmasasmita ke Polisi

3 Calon Pimpinan KPK Dilaporkan Romli Atmasasmita ke Polisi

Bagikan Halaman ini

Share Button
ahliAhli hukum Universitas Padjadjaran Bandung, Romli Atmasasmita, saat menjadi saksi ahli di sidang praperadilan Budi Gunawan melawan KPK, Rabu (11/2/2015).

 

 

 

MORAL POLITIK – Ahli hukum pidana dari Universitas Padjajaran, Romli Atmasasmita, mengadukan tiga orang ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap dirinya.

“Jam 13.00 WIB tadi, saya sendiri melaporkan Emerson Yuntho, Adnan Topan Husodo, dan Said Zainal Abidin ke Bareskrim Polri,” ujar Romli saat dihubungi, Kamis (21/5/2015) sore.

Emerson Yuntho adalah Wakil Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW), sementara Adnan merupakan Koordinator ICW. Adapun Said mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Romli mengatakan bahwa dirinya merasa pernyataan ketiga terlapor di sejumlah media massa telah mencemarkan namanya. Ia turut menyerahkan kliping sejumlah media massa yang mengutip pernyataan ketiga terlapor, yakni harian Kompas, Tempo, dan The Jakarta Post.

Informasi yang dihimpun Kompas.com dari berbagai media massa, Emerson mengatakan bahwa rekam jejak Romli tidak ideal untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Adapun Adnan menyebut bahwa integritas dan komitmen Romli dalam pemberantasan korupsi dipertanyakan karena menjadi saksi ahli yang meringankan Budi Gunawan dalam sidang praperadilan. Sementara itu, media massa mengutip Zainal bahwa Romli pro koruptor sebab menjadi saksi ahli di dalam sidang praperadilan BG. Pendapat Romli dikutip hakim sebagai saksi yang meringankan penggugat.

“Buat saya secara pribadi, pernyataan mereka-mereka itu sangat berharga. KPK itu undang-undangnya saya yang buat, tapi saya malah dianggap pecundang oleh mereka,” ujar Romli.

“Saya datang sebagai saksi ahli di praperadilan Budi itu posisinya di tengah-tengah. Mereka itu enggak ikut sidang sih jadi susah. Chatarina Girsang, kuasa hukumnya KPK saja apresiasi saya, kok bisa-bisanya mereka bilang track record saya buruk, dari mana itu,” ujar Romli.

Baca Juga :  Formulir belum tiba, Panwaslu Kab. Kupang bakal minta Pileg ditunda

Secara terpisah, Direktur Tindak Pidana Umum Polri Brigjen (Pol) Herry Prastowo mengatakan belum mengetahui laporan Romli. Menurut Herry, berdasarkan mekanisme pemberkasan laporan polisi yang berlaku, laporan Romli saat ini masih di Pembinaan Operasional Polri.

“Butuh waktu satu-dua hari untuk dilanjutkan ke mana, apakah kasus ini di Polda (Metro) saja atau di direktorat saya, begitu mekanismenya,” pungkas Herry. (vjb)

Sumber: kompas.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button