Home / Populer / 3 Tokoh Ini berkata soal Laporan Veki Lerik ke Kejati NTT

3 Tokoh Ini berkata soal Laporan Veki Lerik ke Kejati NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
salem  Sekretaris Daerah Provinsi NTT Frans Salem. (Foto: Semar)

 

MORAL POLITIK – Pergumulan tentang “Proyek Siluman” sepertinya akan menemui titik antiklimaks. Beberapa narasumber yang ditemui oleh moral-politik.com memberi isyarat akan adanya antiklimks dari kasus yang sempat menghebohkan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Sebanyak 14 paket proyek yang dikatakan “siluman” ini, sepertinya tidak memiliki landasan hukum yang cukup kuat untuk diproses. Jika menggunakan pasal Tindak Pidana Korupsi, maka kasus ini resmi cacat demi hukum.

Proyek siluman yang selama ini dibicarakan oleh masyarakat NTT saat ini sudah mulai menemui titik terang. Menurut Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Alex Ofong, Kamis (21/5/2015, yang dikatakan Proyek Siluman itu tidak ada. Sebenarnya yang ada adalah rasionalisasi anggaran yang dilakukan oleh eksekutif maupun legislatif.

“TAPD (Tim Penyusun Anggaran Daerah) bersama pimpinan Komisi maupun pimpinan Dewan sudah melakukan klarifikasi untuk memastikan dua hal. Yang pertama, 14 paket proyek itu termasuk dalam siklus pembahasan anggaran kita, dan kita memastikan bahwa tidak ada proyek siluman. Yang kedua, untuk memastikan  apakah Dinas PU dalam hal ini Kadis PU Andre Koreh sanggup mengeksekusi 14 paket proyek tersebut. Dan terbukti bahwa mereka sanggup menjalankan proyek tersebut,” katanya.

aa Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Alex Ofong,

 

Masyarakat, tambahnya, harus dengan jernih melihat kasus ini. Masyarakat bisa mengawasi secara langsung pengerjaan proyek ini agar masyarakat bisa menilai sendiri. Agar jangan ada lagi yang mengatakan bahwa ini adalah proyek “siluman” dan lain sebagainya.

Ketua TPAD, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Frans Salem mengatakan, penambahan 14 paket proyek tersebut sudah dilakukan sesuai dengan aturan. Hal ini dilakukan atas dasar rekomendasi yang diperoleh dari Kemendagri.

Baca Juga :  Cerita Megawati sindir KPK yang sibuk main politik

“Kita sudah lakukan itu sesuai dengan prosedur. Bahwa kemudian muncul 14 paket proyek ini memang benar, tetapi ini merupakan rekomendasi dari Kemendagri. Oleh karena itu, rekomendasi ini kita jalankan dan kita tuangkan dalam bentuk 14 paket proyek tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, John W. Purba mengatakan, pihaknya bertindak menggunakan data yang akurat.

“Kita bertindak menggunakan data. Kita masih menulusuri dan mencari apakah ada pelanggaran hukum, apakah ada penyalagunahan wewenang atau apakah ada indikasi-indikasi kerugian negara. Baru kita ambil kesimpulannya,” katanya.

jaksaKepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur John W. Purba. (Foto: Semar)

 

Menurut John, masalah korupsi ini tidak bisa ditindak secara parsial. Sampai saat ini belum ditemukan pelanggaran tindak pidana korupsi. Tetapi pihaknya akan menelusuri apakah ada kerugian negara.

“Karena kerugian negara belum terlihat. Nanti ada kerugian keuangan negara atau keuangan negara baru ditelusuri. Dalam instrumen dua atau delik pasal 2 UU No.20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi atau unsur perbuatan melawan hukum atau memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun korporasi atau perusahan baru ini dikatakan kerugian keuangan negara. Ini akan dinilai oleh auditor. Kalau pasal 3 terkait dengan unsur setiap orang menyalahgunakan wewenang atau kesempatan atau sarana yang ada padanya. Sarana itu misalnya jabatan. Kemudian apakah ada unsur kerugian uang negara. Atau apakah orang mendapat untung,” jelasnya

Ditanya tentang pemahaman masyarakat terhadap kasus ini, ia mengatakan, Kejaksaan Tinggi masih melakukan check and re-check untuk memastikan kasus ini.

“Saya pikir kalau masyarakat hanya mengetahui informasi dari media, maka ini siluman yang mana? Semua harus ditelusuri secara normatif. Dari pengumpulan data dan informasi, maka kita akan menentukan apakah ada buktipermulaan yang cukup? Kalau ada, kita tingkatkan ke tingkat penyelidikan,” pungkas dia. (Semar)

Baca Juga :  "Nona Manis sapa yang pung?" di CFD Kota Kupang

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button