Home / Populer / Akankah Jokowi Lompat dari KIH ke KMP?

Akankah Jokowi Lompat dari KIH ke KMP?

Bagikan Halaman ini

Share Button
lompatJokowi bertemu Prabowo. ©2015 TasbihNews.com

 

MORAL POLITIK – Tekanan PDIP/Koalisi Indonesia Hebat (KIH) kepada Joko Widodo sangat mungkin tidak akan berakhir sekalipun Jokowi nekad melompat ke kubu KMP (Koalisi Merah Putih). Mengapa?

Jokowi harus menanggung beban politik dan ekonomi yang berat karena sepanjang enam bulan pemerintahan Presiden Jokowi, para politikus PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai pengusung tidak henti-hentinya melayangkan kritikan dan serangan tajam terhadap pemerintah.

Serangan dari Effendi Simbolon, anggota DPR PDIP, dan politikus Banteng lainnya, terus menerjang Jokowi, terutama soal isu pemakzulan dan kenaikan harga. Belum lagi bogem politik Megawati Soekarnoputri sebagai bos PDIP, dalam kongres di Bali kemarin, rasanya masih membekas di kepala Jokowi.

Megawati menyebut Trio Singa, penumpang gelap dan petugas partai sebagai ungkapan simbolik bahwa dialah pemimpin besar PDIP, sementara Jokowi adalah petugas politiknya yang musti tunduk kepada sang induk kandang Banteng.

Para analis menilai, jika partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu terus melayangkan intervensi politik, maka tidak menutup kemungkinan Jokowi akan menyingkirkan PDIP dari kabinet.

Menurut pengamat politik Universitas Indonesia Nur Iman Subono, PDIP jangan sampai mendorong terlalu jauh Jokowi sebab akan memaksa Wong Solo ini mencari alternatif lain yakni gabung KMP. Tapi di mata jutaan konstituen Banteng, hal ini akan mencuatkan isu “tinggal gelanggang colong playu” karena Jokowi dianggap meninggalkan Megawati PDIP/KIH dan secara tak bermartabat, ia lari menyelamatkan diri demi kepentingan kuasa pribadi. Tidak etis dan terkesan oportunis. Jadi ini sungguh dilematis.

Kubu KIH sendiri nampak tak memusingkan diri dan tak perduli jika Jokowi kemudian menyeberang ke KMP, sebab itu berarti Jokowi telah berpaling dari kandang Banteng, dicap berkhianat dan akan memudahkan serangan dan impeachment PDIP kepada Jokowi secara terbuka.

Baca Juga :  Ibu Ani tampil memukau mewakili SBY di Magelang

Bagaimanapun Jokowi bukan tokoh sentral di KMP dan kubu KMP sangat mungkin malah menendang Jokowi bagai bola liar secara sesuka hati tatkala Jokowi sudah membelot dari kubu Banteng/KIH. Ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi relawan Jokowi.

Meski KMP bersiap menampung Jokowi, namun tampungan politik itu barulah simbolik. Sebab dalam realitasnya KMP akan berhitung soal kepentingan dan untung-rugi, soal kuat tidaknya Jokowi, soal ada tidaknya legitimasi Jokowi, soal Nawa Cita yang jadi Duka Cita, soal Revolusi Mental yang terpental dan seterusnya.

Jika tekanan PDIP/KIH mendorong Jokowi hengkang dan masuk KMP, maka bisa dibayangkan serangan bertubi akan datang dari kandang Banteng/KIH. Sementara KMP tidak akan menjamin dukungan bagi Jokowi, apalagi jika kepemimpinan Jokowi tetap lembek dan merosot, maka KMP jelas tak mau merugi dan menderita krisis legitimasi.

Jika analisis ini tak terlalu meleset, hemat saya Jokowi sebaiknya mereformasi diri, menggalang kekuatan reformis, merombak kabinet dan mengajak para politikus Banteng yang berbobot ke dalam kabinet/pemerintahan ketimbang “tinggal gelanggang colong playu” ke KMP. Sebab akan melukai Megawati/PDIP/KIH, merusak etika dan legitimasinya sendiri. Kutu loncat dimanapun murah untuk dicap khianat.

Apalagi KMP yang juga memiliki visi-misi, martabat dan harga diri, belum tentu sudi sepenuh hati menerima Jokowi yang sudah ‘compang-camping’ secara ekonomi politik akibat terpuruknya ekonomi enam bulan terakhir ini. (vjb)

Sumber: TasbihNews.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button