Home / Populer / Akhirnya Manager Sponsor Utama Konser Slank Dibekuk Polisi

Akhirnya Manager Sponsor Utama Konser Slank Dibekuk Polisi

Bagikan Halaman ini

Share Button
moneAksi panggung Slank di GOR Oepoi Kota Kupang, Rabu (29/4/2015). (Foto: Semar)

MORAL POLITIK – Aparat Kepolisian Resor Mapolres Kupang Kota, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membekuk salah satu manager Yayasan BU “PPRD” – NTT/Arisan Modern, Ruben Edi Wege (28) yang menjadi sponsor utama Konser SLANK di Kota Kupang, Rabu (29/4/2015) lalu. Pasalnya, Mapolres Kupang Kota mengamankan Ruben karena digadaikan mobil untuk menutupi biaya operasional penyelenggaraan Konser SLANK.

Dia mengaku kepada Polisi di ruang pemeriksaan, Jumat (1/5/2015) malam, untuk membiayai penyelenggaraan konser tersebut dirinya menghabiskan banyak dana yang diberikan kepada event organizer (EO) konser SLANK, Vinsen Mone sejak awal perencanaan penyelenggaraan konser Slank 18 April 2015 lalu.

Namun dalam perjalanan rencana awal konser tersebut dibatal sehingga diundur ke Rabu (29/4/2015). “Saya ikut saja sesuai permintaan EO-nya, sehingga saya lakukan ini,” tambahnya.

Terkait jumlah mobil yang disewa dalam peenyelenggaraan konser Slank di Kota Kupang ini, Ruben mengakui menyewa 11 unit mobil baik dari rental maupun milik perorangan. Dalam perjalanan karena kekurangan dana, dirinya nekat menggadaikan lima unit mobil yang disewanya kepada orang lain, dengan perjanjian akan ditebus kembali lima unit mobil tersebut setelah penyelenggaraan konser itu.

“Lima mobil yang saya terpaksa gadai, sedangkan enam lainnya sudah saya kembalikan ke rental, tetapi memang saya belum bayar juga biaya sewanya,” katanya lebih lanjut.

Terpisah, Salah satu pemiliki mobil, Yeskial Benu yang mobilnya disewa oleh Ruben kepada moral-politik.com di halaman Mapolresta Kupang Kota mengatakan, mobilnya disewa senilai Rp 5 juta per bulan oleh Ruben untuk penyelenggaraan konser SLANK di Kota Kupang. Namun ternyata bukan hanya tidak membayar biaya sewa. Kemudian mobilnya juga sudah digadaikan ke orang lain,” jelas Yeskial.

Baca Juga :  Alasannya Ahok Larang Satpol PP Razia PSK Tua

“Tadi sore ada keluarga mau masuk minta, baru anak saya tanya saya bahwa mobil Avansa belum ada. Jadi setelah saya cek ternyata benar dan dapat informasi dari teman-teman mobilnya dia sudah gadai sehingga kami cari dan dapat di Hotel Ti’i Langga Oesapa,” jelasnya.

Pemilik mobil lainnya, Agustina Atarato kepada media ini di Mapolresta Kupang Kota menambahkan, mobil avansa putihnya dengan nomor polisi DH 1481 AR hendak dibeli oleh Ruben. Namun pada saat didatangi, Ruben mengaku belum memiliki uang tunai seharga mobilnya Rp 132,5 juta sehingga hanya dikasih uang muka sebesar Rp 20 juta dengan perjanjian jika sampai hari ini tidak bisa dilunasi sisanya, mobilnya dikembalikan dan uang mukanya hangus.

“Saya dengar mobil saya sudah dia jual Rp 120 juta ke orang di Sikumana. Bahkan BPKB mobil saya sudah digadaikan lagi ke Bank Crista Jaya oleh orang yang beli mobil saya di Sikumana tadi. Padahal saya tidak pernah buat surat perjanjian jual-beli dengan (Ruben),” tegasnya.

Bahkan karena itu, Ibu Agustina mengaku sejak pagi hari tidak bisa makan karena pikiran dengan mobilnya yang informasinya sudah dijual lagi.

Dirinya juga mendengar bahwa Ruben sudah melakukan penipuan untuk banyak orang, sehingga walau ada rasa nyeri di lambungnya, dirinya tidak bisa makan karena tidak ada selera makan. “Coba kalau bilang ini uang Rp 10 juta atau sepeda motor mungkin saya masih bisa makan. Tetapi ini mobil saya yang saya susah payah mengumpulkan uang puluhan tahun untuk membelinya,” kesan dia.

Korban lainnya, Ata Lawa yang ikut terjerat dalam kasus penipuan dan penggelapan mobil oleh Ruben ini menjadi korban karena memberikan uang tunai sebesar Rp 80 juta kepada Yori Makaraung, Remon Amos Pah dan sopirnya, beberapa waktu lalu dengan menerima satu unit mobil avansa berwarna hitam metalik dengan nomor polisi DH 1818 DM. Namun ternyata mobil tersebut adalah mobil anggota polisi pada Polresta Kupang Kota sehingga harus dikembalikan.

Baca Juga :  Akhirnya Polda Metro Jaya, KPK, Dan Kodam Jaya Tanggapi Tudingan Ratna Sarumpaet

“Kemarin siang ada sopirnya pak polisi yang kerumah dan minta ambil mobilnya, tetapi saya tahan, karena tidak bisa diambil begitu saja. Karena bagaimanapun mobil itu digadaikan oleh Ruben kepada saya, sehingga kalau mau diambil uang saya harus dikembalikan juga. Tidak bisa asal ambil saja, sehingga kami cari dan ketemu dia di Hotel Ti’i Langga Oesapa,” jelasnya.

Informasi lain yang berhasil dihimpun di Mapolresta Kupang pada pukul 17.15, manager Yayasan BU “PPRD” – NTT/Arisan Modern, Ruben Edi Wege tidak hanya menggadaikan mobil rental yang disewanya, dan tidak membayar biaya sewa untuk mobil-mobil yang lain.

Namun sayangnya juga sejumlah item pembiayaan dalam konser SLANK, Rabu (29/4/2015) lalu juga belum dibayar, termasuk biaya sewa sound system dan genset. Setelah dilakukan pengambilan laporan polisi, aparat kepolisian langsung menggiring Ruben ke dalam Sel Mapolresta Kupang, dengan terlebih dahulu digeledah di depan pintu sel, dengan memintanya melepaskan jaket dan ikat pinggangnya.

Kepala resor Polres Kupang Kota AKBP. Musni Arifin mengatakan, untuk sementara pihak penyidik sedang pelajari semua kronologis sesuai laporang korban, untuk itu kami akan bertindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Semar)

Pencarian Terkait:

  • bank christa jaya
  • panggung konser slank

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button