Home / Populer / Andre Koreh dan Veki Lerik, “quo vadis”?

Andre Koreh dan Veki Lerik, “quo vadis”?

Bagikan Halaman ini

Share Button
Andre Koreh MTKepala Dinas PU NTT, Ir. Andre Koreh, MT. (Foto: Semar)

 

 

MORAL POLITIK – Euforia perpolitikan di bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) sontak menghangat, manakala media cetak, terutama media sosial mepublikasikan perbedaan pandangan antara dua tokoh muda NTT yang masing-masing punya pengaruh cukup mumpuni di komunitasnya, atau dalam skop-skop tertentu.

Adalah Anggota DPRD Provinsi NTT dari Patai Gerindra, Veki Lerik, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre Koreh. Mereka berdua bersitegang soal kebenaran proses persetujuan 14 proyek oleh DPRD NTT. Malah, mantan Ketua DPRD Kota Kupang, Veki Lerik sempat melaporkan Andre Koreh ke pihak Kejati NTT dengan alasan untuk menyelamatkan proyek-proyek tersebut.

Nyaris sebulan atmosfer tersebut tak sejuk-sejuk juga, mengundang kepenasaran media untuk mencermatinya, setidak-tidaknya mau kemanakah mereka dalam mengurai benang kusut tersebut?

Sembari menanti kesediaan Veki Lerik menerima moral-politik.com, berikut adalah wawancara tertulis dengan Andre Koreh, yang akan di publish secara bersambung di media ini dan di www.komodonews.info. Silahkan menyimaknya secara cerdas.

Tanya:

Simpulan sementara, tidak ada ekses hukum dari kemelut perbedaan pendapat antara Anda dengan Veki Lerik. Apakah Anda pernah berpikir untuk menuntut permintaan maaf dari Veki Lerik, atau ingin melaporkan kepada pihak berwajib dengan alasan “pencemaran nama baik”?

Jawab:

• Setelah sekian banyak penjelasan dan klarifikasi yang disampaikan baik oleh eksekutif maupun oleh legislative, dan terakhir pernyataan pihak yudikatif dalam hal ini Kepala Kejaksaan Tinggi NTT melalui Koran Expo, terbitan Jumat, 22 Mei 2015 yang menegaskan: “Kejaksaan tidak menemukan kerugian Negara terkait 14 proyek yang diduga siluman. Tidak ada kerugian Negara jadi apa yang mau kita selidiki?”, maka kami berharap semua menjadi clear.

Baca Juga :  Banten : Pemilih pemula petisikan dukung Jokowi Presiden

• Banyak hal yang lebih penting untuk kami kerjakan, untuk percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur sebagai tugas pokok yang menjadi tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan public yang lebih baik dari waktu ke waktu kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

• Kami yakin masyarakat kita sudah cukup cerdas untuk menilai sendiri mana informasi/ berita yang benar dan mana berita yang tendensius dan apriori yang dihembuskan bahkan dilaporkan ke penegak hukum tanpa didukung fakta dan data.

• Menurut kami, saat ini jauh lebih penting bagi kami untuk bekerja ketimbang menghabiskan waktu dengan gugat menggugat untuk hal yang sudah jelas, namun oleh Sdr. Veki Lerik dibuat menjadi “siluman”. (vjb)

Bersambung…

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button