Home / Populer / BBM Naik, Mobil Mewah Antri di Setiap SPBU

BBM Naik, Mobil Mewah Antri di Setiap SPBU

Bagikan Halaman ini

Share Button
du
Abdullah Apa.

 

 

MORAL POLITIK – Pasca pemerintah mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi, sampai sore ini, bahkan dikuatkan dengan print out lembaran pengumuman di setiap SPBU Kota Kupang, namun ada suasana yang aneh yaitu mobil mewah masih antri membeli BBM Bersubsidi di sejumlah SPBU Kota Kupang maupun kota di seluruh Indonesia.

Subsidi BBM selama ini belum tepat sasaran, bahkan alasan dasar mengurangi subsidi oleh pemerintahan Jokowi-JK adalah terkait dengan pemanfaatan subsidi yang masih dinikmati oleh masayarakat menengah ke atas (kaya) dibandingkan masayarakat miskin.

Seharusnya pemerintah tidak terburu-buru menaikan harga BBM, tetapi harus melakukan langkah-langkah prefentif terlebih dahulu seperti, membenahi sistem penjagaan yang ketat di setiap SPBU atau aturan yang mengikat sehingga memberikan efek jera buat masayarakat menengah keatas (kaya) yang selama ini menggunakan BBM bersubsidi, dan mengarahkan untuk membeli BBM Non Subsidi, karena perlu diingat bahwa Subsidi BBM hanya diperuntukan bagi masyarakat tertentu yaitu masyarakat miskin.

Langkah yang kedua, seharusnya pemerintah terlebih dahulu membagi tiga Kartu Sakti sesuai pemanfaatannya kepada seluruh masyarakat Indonesia baik itu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtrah (KKS). Jika alasan pengurangan subsidi dikarenakan asas pemanfaat yang kurang tepat sasaran kepada masayarakat miskin dan kartu sakti tersebut sebagai solusi mengatasi kemiskinan.

Saya justru kwatir kenaikan harga BBM akan menambah beban dan meningkatkan rakyat miskin Indonesia yang diperkirakan 15,5-18,5 juta KK saat ini. Apa lagi kenaikan harga BBM dilakukan sepihak oleh pemerintah tanpa ada ruang konsultasi dengan DPR, padahal UU APBN mengamanatkan pemerintah harus berkonsultasi dengan DPR seperti isu BBM ini.

Baca Juga :  Ironi!! Di Kabupaten TTU, siswa lebih kenal Pejabat Timor Leste

Selain alasan pemanfaatan subsidi BBM yang tidak tepat sasaran, pemerintah juga mengkwatirkan negara Indonesia ini bangkrut karena alasan Defisit APBN, Defisit Perdagangan, Defisit Transaksi Perjalanan, dan Defisit Pembayaran. Sehingga pemerintahan mengurangi subsidi atau menaikkan harga BBM menjadi Rp 2000,- dan menurut pemerintah angka ini akan menutupi dan mengurangi negara ini bangkrut karena defisit dan kemiskinan Indonesia dapat ditekan dengan tiga kartu sakti tersebut.

Seharusnya PDIP secara truktural menjelaskan kepada masyarakat Indonesia terkait dengan intruksi DPP PDIP kepada seluruh kader di Indonesia agar mendukung kebijakan populis pemerintahan Jokowi-JK menaikkan Harga BBM Bersubsidi. Kita tahu bersama, ketika selama 10 tahun pemerintahan SBY, PDIP adalah salah satu partai yang menolak kenaikan Harga BBM sampai menerbitkan “Buku Putih” yang menjelaskan dengan terperinci argumentasi Harga BBM tidak perlu dinaikkan dengan membuat perbandingan postur APBN tandingan pemerintah waktu itu, bahkan lengkap dengan solusinya.

Pertanyaan kemudian, kenapa hari ini PDIP mendukung kenaikan Harga BBM dengan harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya? Dan bagaimana seandainya ada partai lain atau Koalisi Merah Putih (KMP), misalnya, menerbitkan buku putih yang sama sebagai bentuk masukan dan pembanding buat pemerintah? Semoga tidak sampai pada impeachment kepada pemerintah Jokowi-JK….

Penulis: Abdullah Apa (Ketua DPD BMD NTT)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button