Home / Populer / Benny Litelnoni minta 45 Diplomat Indonesia Promosikan NTT

Benny Litelnoni minta 45 Diplomat Indonesia Promosikan NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
blWakil Gubernur NTT Benny Litelnoni. (Foto: Semar)

 

 

MORAL POLITIK – Sebagai daerah terluar dan daerah perbatasan masih kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat internasional umumnya, padahal Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi-potensi daerah yang membanggakan. Oleh karena itu, peserta diklat yang adalah para diplomat dapat mempromosikan NTT ke mana-mana.

Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni, menjelaskan bahwa NTT adalah daerah kepulaun dengan potensi andalannya adalah ternak, pariwisata, kelautan dan perikanan.

“NTT masih berbenah dan terus berbenah diri untuk mempercepat laju pembangunan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” katanya di Aula El Tari Kupang, saat menerima kunjungan Peserta Diklat Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-54, Kamis (7/5/2015).

Litelnoni juga menyampaikan soal persoalan-persoalan yang dihadapi, yaitu tertinggalnya infrastruktur di NTT terutama di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi darat dan transportasi laut. “Moratorium PNS khususnya di bidang pendidikan, sangat mempengaruhi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas anak-anak NTT khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tambahnya.

Litelnoni berharap, agar para diplomat menjadikan hal-hal ini sebagai kajian-kajian ilmiah yang dapat menjadi masukan berguna bagi pemerintah NTT.

Lebih lanjut Litelnoni mengurai soal posisi NTT sebagai daerah perbatasan. Katnya, Pemprov NTT telah dan sedang membangun kerja sama ekonomi dengan mengembangkan Perdagangan Segitiga Kupang-Darwin-Dili. Kerja sama terutama dengan Timor Leste terus digalakan. Namun persoalan tapal batas, tambahnya, seringkali menjadi kendala dalam membangun kerja sama tersebut. Karena itu ia mengharapkan agar Kemenlu menaruh perhatian serius terhadap masalah tersebut.

Pada kesempatan itu, Direktur Sesdilu Kemenlu, Nana Yuliana selaku ketua rombongan menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke NTT untuk melakukan Observasi Lapangan. Rombongan peserta diklat berjumalah 45 orang dan merupakan Diplomat-diplomat yang sudah bekerja di Kedubes dan memiliki masa kerja di Kemenlu antara 10-20 tahun. (Semar)

Baca Juga :  Lumpur Meluap di Pulau Semau, Kabupaten Kupang (4)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button