Home / Populer / Bupati Sumba Barat Diperiksa Penyidik Kejati NTT, Dikawal Ratusan Polisi dan TNI

Bupati Sumba Barat Diperiksa Penyidik Kejati NTT, Dikawal Ratusan Polisi dan TNI

Bagikan Halaman ini

Share Button
DSC_0506Situasi di depan halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Jumad (8/5/2015). (Foto: Semar)

 

MORAL POLITIK – Penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriksa tersangka yang juga Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, setelah Penyidik Kejaksaan Negeri Sumba Barat menyerahkan tahap kedua pemeriksaan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT, bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Jl. Polisi Militer, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumad (8/5/2015).

Dalam pemeriksaan itu, Yubilate Pieter Pandango didampingi kuasa hukumnya, Pieter Pandango dan keluarga dalam rangka penyerahan perkara tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka Yubilate Pieter Pandango, dari Kejaksaan Negeri Waikabubak kepada Kejaksaan Tinggi NTT dalam kasus pengadaan 158 Unit Sepeda Motor di Kabupaten Sumba Barat, tahun anggaran 2011.

Pantauan moral-politik.com, setelah tiba di Kantor Kajati NTT, Yubilate Pieter Pandango langsung di arahkan ke ruangan Asisten Tindak Pidana Khusus Pinsus (Gasper A.Kase), kemudian diadakan penyerahan tersangka dan Berita Acara Pemeriksaan, selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan yang dilakukan secara tertutup.

Di saat pemeriksan, Yubilate Pieter Pandango dikawal ketat oleh ratusan aparat kepolisian Mapolda NTT, Resort Mapolres Kupang Kota, Pasukan Gegana Brimobda, bersama belasan Prajurit TNI dari Korem 161 Wiraksakti Kupang.

Pukul 10.40 Wita, Bupati Sumba Barat Yubilate Pieter Pandango diserahkan ke Kasi Penuntutan, Roberth Jimmy Lambila, untuk dilakukan pemeriksaan administrasi yang dilakukan secara tertutup. Kemudian pada Pukul 12.10 setelah dilakukan pemeriksaan administrasi, Bupati Sumba Barat dipindahkan kembali ke ruang Aspidsus dan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dr. Sarambu dari klinik Kesehatan Kejaksaan Tinggi mengingat Bupati Sumba Barat Yubilate Pieter Pandango, menderita penyakit Diabetes, dan setelah dilakukan pemeriksaan bahwa tekanan darah Bupati Sumba adalah 300/90 darah 530.

Baca Juga :  Tantowi Yahya menilai Sikap Politik SBY dan Jokowi

Kepala Humas Kejati NTT, Ridwan Ansar mengatakan, saat ini status Bupati Sumba Barat, Yubilate Pieter Pandango dijadikan tahanan kota dan sesuai dengan rekomendasi dokter saat ini akan dirawat RSB dan dijadikan tahanan kota selama 20 hari.

“Untuk saat ini tersangka Yubilate Pieter Pandango, sedang menuju RSB guna dilakukan perawatan medis,” tambahnya.

Ridwan menjelaskan, dengan proses pemeriksaan dari tersangka Bupati Sumba Barat terkait kasus pengadaan 158 Unit Sepeda Motor di Kabupaten Sumba Barat tahun anggaran 2011 dari tahap penyidikan menjadi tahap penututan, serta dalam proses tersebut pihak Kejaksaan Negeri Waikabubak meminta tambahan personel Jaksa dari Kejasaan Tinggi Kupang untuk membantu dalam proses pemeriksaan hingga kasus tersebut di sidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang.

“Untuk saat ini (TSK) dijadikan tahanan kota dan sesuan dengan rekomendasi dokter, saat ini akan dirawat RSB dan dijadikan tahan kota selama 20 hari,“ pungkas Ridwan. (Semar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button