Home / Populer / Bupati Sumba Barat Sakit Berat, Akhirnya Jadi Tahanan Kota 20 Hari

Bupati Sumba Barat Sakit Berat, Akhirnya Jadi Tahanan Kota 20 Hari

Bagikan Halaman ini

Share Button
jubirKepala Humas Kejaksaan Tinggi NTT, Ridwan Angsar memberikan keterangan pers. (Foto: Semar)

 
MORAL POLITIK – Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan 158 unit motor tahun 2011 di Kabupaten Sumba barat hanya dijadikan tahanan kota oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), karena menderita sakit gula yang membutuhkan pertolongan medis, yang butuh perawatan, sehingga hanya dijadikan tahanan kota selama 20 hari.

Padahal tersangka bersama barang bukti, kemarin pagi, Jumat (8/5/2015) sekitar pukul 10.00 Wita diserahkan Kejari Waikabubak ke Kejati NTT untuk diproses selanjutnya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, korban harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, maka penahanannya ditangguhkan. “Rencananya ditahan, tapi karena kadar gulanya tinggi dan harus dirawat yang cukup serius, maka dijadikan tahanan kota selama 20 hari,” kata Kepala Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Ridwan Angsar kepada moral-politik.com, di Kota Kupang, Jumat (8/5/2015).

Sedangkan bupati Sumba Barat periode 2010-2015 tersebut, tambahnya, menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan 150 unit sepeda motor pada 2011-2012 yang merugikan negara Rp 185,6 juta. Anggaran pengadaan sepeda motor sebesar Rp 3,2 miliar.

“Terkait dengan dugaan modus korupsi dengan anggaran pengadaan sepeda motor dari 25 unit menjadi 158 unit, serta pemenangan tender berdasarkan memo Bupati Sumba Barat pada saat itu,” pungkas Ridwan. (Semar)

 

 

Baca Juga :  "Indonesia" pilih PDIP karena sosok Jokowi

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button