Home / Populer / Deputi Staf Kepresidenan: Jokowi Warisi Ekonomi yang Lambat

Deputi Staf Kepresidenan: Jokowi Warisi Ekonomi yang Lambat

Bagikan Halaman ini

Share Button
deputiDeputi III Staf Kepresidenan Purbaya Yudhi Sadewa

 

MORAL POLITIK – Deputi III Staf Kepresidenan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, saat ini Pemerintahan Joko Widodo tengah mengalami posisi yang sulit untuk menggairahkan perekonomian.

Data Biro Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 4,71 persen dianggap sudah diprediksi sebelumnya. Namun, pemerintah optimis kondisi itu akan membaik pada kuartal berikutnya.

“Tanpa banyak orang tahu, Pak Jokowi mewarisi ekonomi yang lambat. Jadi terbukti sudah usaha macam ini itu, tapi anggaran belum terlalu efektif, sehingga perlambatan jadi makin kelihatan,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2015).

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi sebenarnya sudah mengetahui pertumbuhan ekonomi sedang melambat sejak dilantik sebagai orang nomor satu negeri ini. Namun, upaya mengembalikan kondisi perekonomian terhambat dengan belum cairnya dana dari APBN-P 2015.

“Maka April-Mei, Presiden sering ke daerah yang dikejar adalah proyek infrastruktur, ground breaking, dan lain-lain,” kata Kepala Danareksa Research Institute itu.

Opsi mengejar target pertumbuhan ekonomi, lanjut dia, dilakukan dengan mengebut proyek infrastruktur. Purbaya menyebutkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat ini sudah ada dana Rp 92 triliun yang siap disalurkan ke masyarakat.

Hal lainnya yang dilakukan adalah menciptakan stabilitas sosial. Purbaya menilai di saat ekonomi lesu, pemerintah harus melindungi masyarakat kelas bawah. Sehingga disiapkan program kartu keluarga sejahtera dengan dana sebesar Rp 9,8 triliun untuk tahap awal.

“Ini diharapkan supaya tidak jatuh ke depan, penting untuk fondasi masyarakat. Supaya mereka tidak merasa susah. Kalau tenang, masyarakat tidak gampang protes di bawah. Jadi pemerintah bisa menjalankan program tanpa kegaduhan sosio-politik,” ucap Purbaya.

Dengan segala upaya yang dilakukan itu, Purbaya menuturkan investor akan melihat upaya yang dilakukan pemerintah sehingga mereka tidak memutuskan menarik kembali dananya. Namun, dia mengingatkan agar para menteri sungguh-sungguh menjalankan program yang sudah dicanangkan pemerintah.

Baca Juga :  Mendagri: Masa depan Ahok tergantung tuntutan JPU

Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I-2015 mengalami perlambatan. Berdasarkan tahun dasar konstan 2010, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 hanya mencapai 4,71 persen. Pada periode sama tahun lalu pertumbuhan ekonomi mencapai 5,14 persen (konstan 2010), atau 5,21 (konstan 2000). (erny)

Sumber: kompas.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button