Home / Populer / DPRD NTT Desak Polda Usut Tuntas Kasus Trans Nusa

DPRD NTT Desak Polda Usut Tuntas Kasus Trans Nusa

Bagikan Halaman ini

Share Button
transIlustrasi pesawat Trans Nusa di Bandara El Tari Kupang.

 

MORAL POLITIK- Anggota Dewan Perwaliklan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Boni Jebarus, mendesak Direktorat Kepolisian Daerah (Polda) NTT untuk mentutaskan kasus Trans Nusa yang sedang di tangani oleh Direktoratmum Mapolda NTT.

Karena kasus ini adalah puncak gunung es dari buruknya pelayanan manajemen Bandara El Tari Kupang, dan maskapai udara di NTT dirinya mendesak untuk segera mengusut tuntas dan transparansi terkait kasus Aloysius Jakob, salah satu penumpang pesawat Trans Nusa dengan tujuan Kupang-Ruteng, yang diturunkan secara paksa dengan cara diseret, dan tarik dari dalam pesawat oleh oknum kru pesawat dan petugas keamanan Bandara El Tari Kupang, Pada tanggal 16 Desember 2014 yang lalu.

“Dengan perilaku konsumen sebagai tulang punggung sektor jasa penerbangan, sangatlah tidak humanis dan cenderung arogan, dan mempunyai moralitas, oleh karena itu kita minta kepada Kapolda NTT), agar kasus ini diusut tuntas dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga semua pihak bisa mendapat pelajaran berharga dari kasus ini,” kata Boni, Sabtu (2 /5/2015).

Yang juga tidak kalah penting, tambahnya, adalah bagaimana hak-hak konsumen atau pengguna jasa dalam pesawat itu harus dilindungi dan juga dilayani dengan baik karena bagaimanapun juga, konsumen adalah raja. Boni pun mengaku seiring dengan menggunakan penerbangan dengan pesawat Trans Nusa dan khususnya untuk pilot dan pramugari dia mengaku pelayanannya baik, namun kenyataan petugas di maskapai itulah yang kurang bersahabat.

Terkait pendesakan itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi, Agus Santosa, yang dihubungi moral-politik.com melalui hanphone berapa pekan lalu mengatakan, bahwa hasil pemeriksaan semuanya akan dijadikan bahan untuk gelar perkara. Dari gelar perkara tersebut baru nanti akan ditentukan apakah ranah tindak pidana atau bukan. Kalau tindak pidana akan ditentukan siapa tersangkanya dan akan dikenakan pasal berapa serta melanggar Undang- Undang atau bukan.

Baca Juga :  Kapolri: Perlakuan terhadap Ahok sama kepada Sylviana

“Karena beberapa pekan lalu baru selesai diperiksa salah satu saksi kunci pilotnya. Setelah itu, hasil pemeriksaannya semua akan digelar untuk menentukan kasus itu masuk ke ranah pidana atau bukan. Apabila masuk ranah pidana, maka akan ditentukan siapa saja yang menjadi tersangka dalam kejadian itu,” ungkap Santosa.

Untuk diketahui, terkait kasus itu sudah enam orang yang diperiksa sebagai saksi, di antaranya tiga orang petugas keamanan bandara, kru kabin, Andre Purba, Kasmin, dan Andry Tedens, dua orang pramugari, Melan dan Kristin hingga yang terakhir pilot Hari Hermanto.

Sebelumnya diberitakan, Aloysius Jacob, salah satu warga RT. 004 RW. 002 Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, telah melaporkan maskapai Trans Nusa ke Mapolda NTT karena diturunkan secara paksa dengan cara diseret, dan ditarik secara tidak wajar dari dalam pesawat di depan istrinya, Kristina Maria Noni.

Dalam laporan bernomor LP/B/375/XII/2014/SPKT, Aloysius mengaku dikeluarkan dari pesawat karena melaporkan kepada awak pesawat bahwa dirinya mencium bau busuk yang sedap di dalam ruangan pesawat Trans Nusa Tersebut. (Semar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button