MORAL POLITIK.COM – Merah dan spirit Gong Belajar yang dijiwai semboyan “Education For All”, sekolah harus menjadi taman, yaitu tempat yang menyenangkan bagi semua anak.

Hal tersebut harus dilakukan tanpa diskriminasi dalam menjalankan layanan pendididkan sesuai kemampuan dan kharakteristik anak, dalam rangka terwujudnya masyarakat NTT yang cerdas dan berbudaya.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengatakan kreatifitas seni siswa dan Gebyar Hasil Karya Siswa SLB, serta Pemilihan Kepala Sekolah/Guru Berdedikasi Pendidikan dan Layanan Khusus Pendididkan Dasar dan Menengah Tingkat Provinsi NTT di Aula Komodo Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sabtu (9/5/2015) yang lalu.

Frans mengatakan, dalam kegiatan seleksi ini semangat bersaing harus mengedepankan nilai sportifitas. Menang dan kalah dalam perlombaan merupakan suatu hal yang wajar, persahabatan dan persaudaraan yang harus dikedepankan. Semua bisa menjadi yang terdepan dalam prestasi dan kejayaan.

slbGubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya. (Foto: Semar)

 

“Tunjukan prestasimu saat terpilih dan membawa nama NTT di tingkat Nasional dan berikan senyuman hangat bahwa kami semua bisa,” tambahnya.

Gubernur yang kini telah memimpin NTT untuk masa jabatannya yang kedua ini menuturkan, sekolah harus terus meningkatkan layanan kepada peserta didik dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan potensi yang dimiliki, kreatif, inovatif, dan berwawasan kewirausahaan dalam rangka kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus.

“Pengorbanan yang tulus oleh pendidik telah banyak membawa anak berkebutuhan khusus dapat mengharumkan nama bangsa melalui berbagai prestasi yang terukir pada ajang lomba ditingkat nasional, bahkan ditingkat internasional,” pungkas dia.

 

 
Penulis : Semar
Editor  : Erny

Baca Juga :  Kisah Agus-Sylvi dilanda isu tak sedap