Andreas William Koreh. (Foto: Semar Dju/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Sumber Daya Air menggelar Seminar Nasional Bendungan Besar 2015, di Hotel Aston Kupang, Kamis (28/5/2015).

Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andreas William Koreh.

Andreas menuturkan, semua pihak harus mendukung program Pemerintah agar semua masyarakat NTT dapat merasakan perubahan dari penderitaan yang selama ini dirasakan, khususnya mengenaii masalah air.

“Semua pemangku kepentingan termasuk di daerah-daerah harus mendukung program pemerintah dalam rangka mengurangi kekeringan di NTT dengan membangun embung dan bendungan yang ada,” kata dia.

Menurutnya, program pemerintah tersebut merupakan sebuah peluang yang harus ditangkap oleh semua masyarakat NTT, sehingga kita harus tangkap peluang ini. Karena ini bukan kepentingan pemerintah saja tapi kepentingan masyarakat secara umum dan yang akan menikmati air itu adalah masyarakat. Kita NTT baru mempunyai satu bendungan saja yaitu Tilong, rencananya bendungan Kolhua tetapi kemudian mengalami pergeseran ke Raknamo. Dan karenanya Pak Dirjen telah berjanji untuk membangun enam bendungan, maka ini adalah sesuatu yang positif dan harus dipahami secara baik untuk ditindaklanjuti oleh seluruh masyarakat NTT.

Dia mengatakan, saat ini NTT memiliki air, volume air tetap sama tetapi kebutuhan air saat ini semakin bertambah sesuai dengan pertumbuhan populasi penduduk.

“Jika tidak dibangun bendungan, maka yang rugi juga adalah masyarakat NTT. Apalagi manfaat dibangunnya bendungan seperti ini sangat besar. Saya berharap semua pihak harus proaktif untuk mendukung. Jangan hanya berkutat pada masalah sosial atau lahan lalu nanti kita yang rugi sendiri,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Semard Dju