Home / Populer / Inilah “Perang Dingin” Veki Lerik Vs Andre Koreh

Inilah “Perang Dingin” Veki Lerik Vs Andre Koreh

Bagikan Halaman ini

Share Button
andre-vekyAndre Koreh (kiri), dan Veki Lerik (kanan)

 

MORAL POLITIK – Sebulan terakhir ini, dunia perpolitikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dimarakan dengan “perang dingin” antara dua tokoh muda berbakat dan punya kapabilitas tersendiri. Eksesnya, baik media cetak, media online, maupun media sosial ramai memercakapkan mereka.

Mereka adalah Veki Lerik, Anggota DPRD NTT, dan Andre Koreh, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT. Mau tahu apa saja yang mereka pertikaikan, moral-politik.com merangkum pendapat mereka dalam wawancara terpisah. Berikut kami mulai dari penuturan:

Veki Lerik

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, Veki Lerik mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, untuk melaporkan adanya dugaan proyek siluman yang beberapa hari terakhir ini menjadi diskursus di Provinsi Nusa Cendana ini.

Pantauan moral-politik.com, Senin (4/5/2015), kedatangan Veki Lerik tersebut untuk melaporkan terkait dugaan pengadaan 14 proyek “siluman” yang dimasukkan Anggota DPRD NTT ke dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2015 dengan total nilai mencapai Rp 7,4 miliar.

Menuju ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Veki yang adalah mantan Ketua DPRD Kota Kupang dari Partai Golkar ini, memilih berjalan kaki, apalagi jarak tempuhnya hanya sekitar 50 meter.

Setelah Veki tiba di Kantor Kejati NTT, dirinya terlebih dahulu melaporkan diri sebagai tamu ke piket. Kemudian dari petugas piket langsung mengarahkannya ke ruangan Asisten Pidana Khusus, yang disambut oleh salah satu penyidik khusus Kajati NTT, Gasper Kase.

Dalam laporannya ke Kejati NTT, Veki menuturkan perihal upayanya untuk pencegahan terhadap tindak pidana korupsi.

“Sebelum saya datang ke Kejati NTT, tadi pagi kita sempat rapat pimpinan di DPRD dan saya meminta proyek siluman ini dihentikan atau DPRD NTT mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan proyek yang sudah ditenderkan oleh Dinas PU NTT tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Sri Mulyani Menjabat, Rupiah Ikut Melesat

Bakal Calon Wali Kota Kupang yang diprediksi akan bersaing ketat dengan Ketua Gerindra NTT, Esthon Foenay ini mengisahkan lebih lanjut, bahwa laporannya ke Kejati NTT merupakan tindakan pencegahan korupsi, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak.

“Kalau proyek ini sudah berjalan baru saya lapor itu akan membuat orang susah. Oleh karena itu tadi saya lapor itu untuk pencegahan terhadap dugaan proyek siluman,” katanya meyakinkan.

“Di saat saya lapor Kejati NTT langsung menangapi dan meminta saya untuk segera membuat laporan tertulis yang disertai dengan dokumen-dokumen, supaya pihak Kejati cepat bertindak,” pungkas pemilik Grup Facebook Veki Lerik Bebas Bicara ini.

Andre Koreh

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT), Andre Koreh menyatakan mendukung inisiatif penyampaian laporan yang dilakukan oleh Anggota Komisi IV DPRD NTT, Veki Lerik ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2015), Andre Koreh yang mantan Ketua KNPI NTT ini menjelaskan bahwa dengan penyampaian laporan tersebut, apalagi yang dipersoalkan? Karena, tambahnya, pekerjaan proyek-proyek yang dikatakan sebagai proyek “siluman” tersebut telah melalui mekanisme sidang paripurna sebagaimana lazimnya dilakukan oleh DPRD NTT.

“Itu kan fungsi kontrol dari Legislatif,” tambahnya kalem.

Andre Kore juga mengalkisahkan bahwa dalam persetujuan proyek-proyek tersebut telah melalui mekanisme “voting”, dan pada ketika itu Pak Veki Lerik ada di dalam ruangan sidang DPRD NTT, tapi dirinya tak bersuara apa-apa.

Oleh karena itu, tambahnya, dirinya sangat mendukung inisiatif penyampaian laporan yang dilakukan oleh Veki Lerik.

“Kita tetap dukung saja terkait laporan tersebut, karena proyek-proyek itu juga dikerjakan di setiap Dapil DPRD NTT masing-masing, dan salah satunya di Kota Kupang,” pungkas Andre Koreh. (Semar)

Baca Juga :  Ini dia 40 mobil Wawan yang disita KPK

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button