Home / Populer / “Jokowi-JK: Larang Tayang Facebook pada Jam Belajar”

“Jokowi-JK: Larang Tayang Facebook pada Jam Belajar”

Bagikan Halaman ini

Share Button
relaIlustrasi Perjanjian Bermain Facebook.

 

MORAL POLITIK – Arwono Muliono Raju, Mahasiswa Undana Kupang menuturkan bahwa mereka yang menghabiskan waktunya dengan bermain Facebook merupakan calon system administrator dan chief information officer. Pasalnya, mahasiswa yang paling banyak menggunakan situs jejaring sosial tersebut adalah mahasiswa yang lebih banyak main Facebook untuk eksis dan memosting gambar pornografi lebih besar, dibandingkan mereka yang mempelajari ilmu sosial yang diberikan para dosen di kampus mereka masing-masing.

“Oleh karena itu, kami minta kepada pemerintah Jokowi Dodo (Jokowi) Jusuf Kalla (JK) untuk menegaskan ke setiap perguruan tinggi dan setiap sekolah tingkat SLTA untuk mengurangi waktu bermain Facebook ketika jam belajar. Jangan sampai para murid terlantar, tidak belajar pada jam belajar, akhirnya nanti mendapatkan nilai merah di raportnya,” katanya.

Arwono menambahkan, selama ini dirinya sering mendapat kabar bahwa banyak murid yang tidak belajar akibat banyak bermain Facebook pada saat jam belajar. Begitupun dengan mahasiswa di tingkat perguruan tinggi, lebih banyak bermain Facebook untuk memosting video-video yang tidak menyenangkan di hati orang lain, seperti video porno. Padahal, jika menelisik Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, maka setiap orang yang mempertontonkan foto bugil melanggar Pasal 33.

“Setiap orang yang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana paling lama 4 (Empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). Demikian juga dengan UU ITE. Pasal 27 ayat (1) UU ITE mengatur larangan mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” katanya.

Konkritnya, pungkas dia, Jokowi-JK patut memertimbangkan kebijakan pelarangan jam tayang Facebook pada waktu-waktu belajar, mulai dari jam 08.00 s/d 16.00 Wita.

Baca Juga :  Anas dengan kalemnya mendatangi KPK

Terpisah, media ini mewartakan bahwa Joko Widodo (Jokowi)-Jususf Kalla (JK) seharusnya mempunyai ketegasan kepada para guru dan para dosen di setiap perguruan tinggi dan sekolah-sekolah untuk melarang siswa-siswi maupun mahasiswa yang sering bermain Facebook pada jam belajar. Pasalnya, dengan larangan tersebut, siswa-siswi lebih fokus belajar pada jam belajar.

Ketua PMKRI Cabang Kupang, Juventus Kaggo saat ditemui moral-politik.com di kediamanya, Senin (4/5/2015) mengatakan, larangan bermain Facebook pada jam belajar bertujuan untuk tidak merugikan anak didik pada jam belajar.

“Kami minta kepada pemerintah Jokowi Dodo dan JK melalui pemerintah daerah dan setiap perguruan tinggi yang ada untuk mengeluarkan Surat Edaran agar tidak menggelar main Facebok saat-saat jam pelajaran berlangsung, misalnya jam 8.00 s/d 13.00 Wita, kemudian pukul 16.00 s/d 20.15 Wita, karena itu jam-jam belajar,” kata Juventus.

Dia mengatakan, para guru harus fokus mengingatkan siswanya kalau pulang itu waktunya untuk belajar bukan untuk bermain Facebook. Hal itu, tambahnya, penting dilaksanakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Minta mereka kurangi waktunya bercengkerama di Facebook. Selain itu, menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan Facebook menghabiskan lebih sedikit waktu untuk belajar dan mendapatkan nilai yang lebih kecil dibanding mahasiswa yang tidak menggunakan situs jejaring sosial populer tersebut,” katanya menambahkan.

Meski begitu, katanya, dirinya tidak bisa menyebutkan bahwa Facebook memiliki efek samping. Sebab, tambahnya, ekses dari berkurangnya waktu belajar itu ada hubungan atau korelasinya.

Juventus yang juga Mahasiswa Unwira Kupang ini menuturkan lebih lanjut, sebaliknya, klaim mahasiswa yang menyatakan bahwa penggunaan Facebook tidak mempengaruhi pelajaran mereka terbukti tidak benar. Temuan kami menunjukkan, mereka mendapatkan nilai yang lebih buruk dan waktu belajarnya berkurang cukup banyak. (Semar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button