Home / Populer / Keluh Kesah Yogerens Leka Soal Terminal Bayangan

Keluh Kesah Yogerens Leka Soal Terminal Bayangan

Bagikan Halaman ini

Share Button
TERMINAL BAYANGAN OESAPATerminal Bayangan di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. (Foto: vnewsmedia.com)

 

 

 

MORAL POLITIK – Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang Yogerens Leka, mengaku Dishub Kota juga resah dengan kehadiran terminal bayangan.

“Kendaraan parkir sampai di depan rumah warga, sampah dibuang sembarang, dan bau pesing karena kencing di halaman rumah warga,” kata Leka di Kota Kupang, Sabtu (30/5/2015).

Dia menjelaskan, sesuai koordinasi dengan Dinas Perhubungan NTT, travel resmi yang beroperasi dan mendapatkan izin resmi hanya sebanyak 14 travel. Sisanya adalah travel yang beroperasi liar tanpa izin.

Padahal, katanya, travel harus melalui proses car atau pengujian. Karena, travel mengangkut penumpang, sehingga harus diuji kelayakannya. Jadi, tidak bisa dibiarkan travel liar beroperasi mengangkut penumpang. Dikhawatirkan, saat terjadi kecelakaan, maka tak bisa mengklaim asuransi.

“Kalau seperti itu nanti paksa klaim asuransi. Tidak dilayani nanti bilang pemerintah hambat. Padahal saat disuruh urus izin resmi tidak mau urus,” pungkasnya.

Sebelumnya media ini mewartakan bahwa Warga Kelurahan Oesapa yang lahannya sering dipakai untuk area parkir kendaraan di terminal bayangan Oesapa mengancam menutup jalan. Warga yang mengaku sudah gerah dengan keberadaan terminal bayangan di Pinggir Jalan Timor Raya, mengancam akan mengambil tindakan penutupan sendiri, jika pemerintah tak mampu menyelesaikan persoalan terminal bayangan.

Tokoh Masyarakat Kelurahan Oesapa, yang juga Anggota DPRD Kota Kupang, Moses Mandala kepada moral-politik.com di kediamannya, Oesapa, Sabtu (30/5/2015) mengatakan, warga mendesak agar terminal bayangan harus ditutup dengan cara apapun. Jika tidak, maka warga akan mengambil langkah sendiri.

Sebagai anggota Dewan Kota, Mandala mengatakan, sebagai warga Oesapa dan korban dari terminal bayangan, dia meminta pemerintah untuk segera menertibkan terminal bayangan agar tak terus-terusan meresahkan warga Oesapa. “Warga sudah minta tutup terminal bayangan entah dengan cara apa, kalau tidak warga akan tutup sendiri,” kata Mandala kesal. (Nyongky)

Baca Juga :  Ketum PBNU: Masyarakat tak gulirkan wacana pemakzulan Jokowi

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button