Home / Populer / “Ketua PMKRI Cabang Kupang: Jokowi-JK Larang Siswa/Mahasiswa Main Facebook”

“Ketua PMKRI Cabang Kupang: Jokowi-JK Larang Siswa/Mahasiswa Main Facebook”

Bagikan Halaman ini

Share Button
PMKRIKetua PMKRI Cabang Kupang, Juventus Kaggo. (Foto: Semar)

 

MORAL POLITIK – Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) seharusnya mempunyai ketegasan kepada para guru dan para dosen di setiap perguruan tinggi dan sekolah-sekolah untuk melarang siswa-siswi maupun mahasiswa yang sering bermain Facebook pada jam belajar. Pasalnya, dengan larangan tersebut, siswa-siswi lebih fokus belajar pada jam belajar.

Ketua PMKRI Cabang Kupang, Juventus Kaggo saat ditemui moral-politik.com di kediamanya, Senin (4/5/2015) mengatakan, larangan bermain Facebook pada jam belajar bertujuan untuk tidak merugikan anak didik pada jam belajar.

“Kami minta kepada pemerintah Jokowi dan JK melalui pemerintah daerah dan setiap perguruan tinggi yang ada untuk mengeluarkan Surat Edaran agar tidak boleh bermain Facebok saat-saat jam pelajaran berlangsung. Misalnya jam 8.00 s/d 13.00 Wita, kemudian 16.00 s/d 20.15 Wita, karena itu jam-jam belajar,” kata Juventus.

Dia mengatakan, para guru harus fokus mengingatkan siswanya kalau pulang itu waktunya untuk belajar bukan untuk bermain Facebook. Hal itu, tambahnya, penting dilaksanakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Minta mereka kurangi waktunya bercengkerama di Facebook. Selain itu, menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan Facebook menghabiskan lebih sedikit waktu untuk belajar dan mendapatkan nilai yang lebih kecil dibanding mahasiswa yang tidak menggunakan situs jejaring sosial populer tersebut,” katanya menambahkan.

Meski begitu, katanya, dirinya tidak bisa menyebutkan bahwa Facebook memiliki efek samping menurunnya nilai dan berkurangnya waktu belajar, tetapi menemukan adanya hubungan tersebut.

Juventus yang juga merupakan mahasiswa Unwira Kupang ini menuturkan lebih lanjut, sebaliknya, klaim mahasiswa yang menyatakan bahwa penggunaan Facebook tidak mempengaruhi pelajaran mereka terbukti tidak benar. Temuan kami menunjukkan bahwa mereka mendapatkan nilai yang lebih buruk oleh karena waktu belajarnya berkurang cukup banyak. (Semar)

Baca Juga :  Dosen diperlakukan diskriminatif dan tak adil

 

 

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button