Home / Traditional Dress / Kota di Argentina Ini Larang Kontes Kecantikan

Kota di Argentina Ini Larang Kontes Kecantikan

Bagikan Halaman ini

Share Button
larangDalam ajang Miss Universe, Paulina Vega menyebutkan ingin menyaksikan perdamaian di Kolombia

 

 

MORL POLITIK – Dianggap mengandung nilai-nilai diskriminatif dan seksis, sebuah kota bernama Chivilcoy, Buenos Aires, Argentina, melarang penyelenggaraan kontes kecantikan. Hal tersebut sangat kontras mengingat banyak finalis kontes kecantikan dari Argentina sering berhasil terpilih sebagai kontestan tercantik.

Pemerintahan setempat menilai kontes kecantikan sangat membahayakan wanita dan semakin menegaskan soal standar kecantinkan yang “mengurung” wanita. Sebab, standar cantik yang diciptakan oleh industri tersebut banyak menelan korban wanita menderita aneroksia dan bulimia.

Melansir kompas.com, selain itu, kontes kecantikan disimpulkan sebagai simbol institusi yang bisa kekerasan seksual pada wanita.

Pelarangan kontes kecantikan yang sangat populer di negara-negara Amerika Latin ini sontak menyebabkan perbincangan yang hangat , karena biasanya sebuah kontes kecantikan di Amerika latin dibuat menjadi festival regional, dan pemenang akan merepresentasiakn kota tersebut selama satu tahun.

Umumnya si pemenang akan diberikan pelayanan dan fasilitas hidup memadai serta mewah. Hal inilah yang menyebabkan banyak wanita muda Amerika Latin yang terobsesi menjadi Ratu Kecantikan.

Aturan yang melarang kontes kecantikan ini dilansir oleh organisasi bernama Gender Secretariat and the Assembly for Children’s Right, yang merupakan cabang lokal dari Serikat Pekerja Argentina (CTA). Mereka membuat suatu aturan mengenai pelarangan penyelengaraan kontes kecantikan. Tak diduga, hal ini didukung oleh walikota dari Chivilcoy dan beberapa Organisasi non profit, lewat debat dan pengambilan suara lokal, akhirnya diputuskan kontes kecantikan dilarang di kota Chivilcoy dengan menang 12 suara dari 17 suara.

Claudia Marengo, juru bicara dari cabang CTA mengatakan, “Ini merupakan prestasi yang sangat penting, ini memiliki nilai simbolis yang sangat besar. Kota ini membuat keputusan untuk menghentikan merendahkan perempuan lewat ajang kontes kecantikan.Alih-alih kontes kecantikan, lebih baik mendorong pembangunan kewarganegaraan lewat kesetaraan jender.” (vjb)

Baca Juga :  Wao!! Paus Fransiskus jadi cover majalah Rolling Stone
Sumber: kompas.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button