Home / News NTT / Lomba Prestasi Siswa SLB, Ini Kata Frans Lebu Raya

Lomba Prestasi Siswa SLB, Ini Kata Frans Lebu Raya

Bagikan Halaman ini

Share Button
asistenAsisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Jehalu Andreas. (Foto: Biro Humas Setda NTT)

 

 

MORAL POLITIK – “Melalui semangat Anggur Merah dan spirit Gong Belajar yang dijiwai semboyan “Education For All”, sekolah harus menjadi taman, yaitu tempat yang menyenangkan bagi semua anak tanpa diskriminasi dalam menjalankan layanan pendididkan sesuai kemampuan dan kharakteristik anak, dalam rangka terwujudnya masyarakat NTT yang cerdas dan berbudaya”.

Demikian dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Jehalu Andreas, pada saat membuka dengan resmi Kegiatan Lomba Prestasi, Kreatifitas Seni Siswa dan Gebyar Hasil Karya Siswa SLB Serta Pemilihan Kepala Sekolah/Guru Berdedikasi Pendidikan dan Layanan Khusus Pendididkan Dasar dan Menengah Tingkat Provinsi NTT bertempat di Aula Komodo Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu (9/5/2015) Pukul 09.00 Wita.

Melansir Siaran Pers Biro Humas-Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikirim kepada moral-politik.com, Frans Lebu Raya menuturkan bahwa dalam kegiatan seleksi ini semangat bersaing harus mengedepankan nilai sportifitas. Menang dan kalah dalam perlombaan merupakan suatu hal yang wajar, persahabatan dan persaudaraan yang harus dikedepankan. Semua bisa menjadi yang terdepan dalam prestasi dan kejayaan.

“Tunjukan Prestasimu saat terpilih dan membawa nama NTT di tingkat Nasional dan berikan senyuman hangat bahwa kami semua bisa,” tambahnya.

asisten1Undangan yang menghadiri acara (Foto: Biro Humas Setda NTT)

Bagi Frans Lebu Raya, sekolah harus terus meningkatkan layanan kepada peserta didik dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan potensi yang dimiliki, kreatif, inovatif, dan berwawasan kewirausahaan dalam rangka kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus. Pengorbanan yang tulus oleh pendidik telah banyak membawa anak berkebutuhan khusus dapat mengharumkan nama bangsa melalui berbagai prestasi yang terukir pada ajang lomba ditingkat nasional, bahkan ditingkat internasional.

Baca Juga :  Warga Minta Penegak Hukum Usut Kasus Alkes Tahun 2015 di Dinkes NTT

Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara perlombaan, Bonny Wahon mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah memacu kreatifitas siswa sekolah LSB, Kepala Sekolah/ guru dalam proses belajar dan mengajajar serta berkompetisi melalui ajang lomba yang sehat. Selain itu memperkokoh tali persaudaraan, semangat kemandirian dalam keanekaragaman dan menumbuhkembangkan jiwa dan semangat sportivitas, disiplin, dan percaya diri siswa dan guru

“Guru, siswa dan sekolah yang berperestasi akan dipilih untuk mewakili Provinsi NTT dalam mengingkuti lomba di tingkat nasional, kegiatan perlombaan dilaksanakan sejak tanggal 8 sampai dengan 12 mey mendatang di Kupang,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Jehalu Andreas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sinun Petrus Manek, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT yakni perwakilan Danlamtamal VII, Kapten Danang Yogi, KA.AJEN Rem 161 Wirasakti Kupang, Mayor Kholil, Kepala Bidang Paudni dan PKLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Boni Wahon, Kepala UPT TEKKOM Pendidikan Provinsi NTT, Maria Sadipun, Project Officer Yayasan Handicap Internasional Theresia Tirta Yong, Juri IT dari Direktorat PKLK Dikdas, Insan Priyatna, Kepala sekolah serta Guru Pendamping anak-anak peserta Lomba se-Nusa Tenggara Timur. (erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button