Home / Populer / Mimpi Samuel Haning Terbangkan Budaya NTT ke Angkasa

Mimpi Samuel Haning Terbangkan Budaya NTT ke Angkasa

Bagikan Halaman ini

Share Button
sam  Rektor Universitas PGRI Nusa Tenggara Timur Samuel Haning (Berkacamata hitam). (Foto: Semar)

 

 

MORAL POLITIK – Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa pada masa pergerakan nasional, masyarakat di seluruh Indonesia berjuang melakukan perlawanan demi menentang penjajahan yang telah sekian lama dialami. Perjuangan yang sama dilakukan oleh masyarakat di daerah-daerah yang rela mati untuk mempertahankan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT). Perjuangan mempertahankan budaya ini diwujudkan dalam bentuk mempromosikan setiap suku dari berbagai daerah dalam acara pentas seni budaya.

Hal itu, diungkapkan Rektor Universitas PGRI Nusa Tenggara Timur (NTT) Samuel Haning saat membawa sambutan pada saat kegiatan pentas seni beberapa pekan silam yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Pendidikan (FKIP) Program Studi Sejarah, Universitas PGRI NTT. Acara ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan 16 budaya di NTT.

sam1

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menampilkan 16 tarian budaya dari setiap daerah di NTT. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan tersebut yakni “Pengembangan Kreativitas Berbasis Budaya”. Mahasiswa menampilkan beberapa jenis tarian meliputi tarian sebelum perang, tarian di saat perang dan tarian sesudah perang atau sering dikatakan tarian syukuran. Tarian sebelum perang meliputi, Tarian Tu’a Reta Lo’u dari Maumere yang menggambarkan ketangkasan untuk mengintai atau mematai-matai musu dari udara dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Tarian yang berikut adalah, Tarian Tarian Maekat dari TTS. Tarian tersebut menggambarkan ritual yang dilakukan para pejuang sebelum pergi perang dan sekaligus untuk berperang.

Tarian yang berikut adalah tarian di saat perang. Tarian ini meliputi Tarian Likurai dari Malaka, Tarian Ledo Hawu, Tarian Cakalele (Alor, “Tarian Ja,i dan Jero, “Tarian Likurai asal (Belu), Kataga (Sumba), Tarian Pedo,a (Sabu), Tarian Te’o Renda Taibenu dan Tarian Foti, Tarian Weloka (Sumba), Tarian Ja,i (Bajawa), Tarian Lego-Lego (Alor), Tarian gawi (Ende), Tarian Dolo-Dolo (Lamaholot), Tarian Bonet (TTS), Tarian Congka Sae(Amarasi), dan Tarian Kebalai yang di gelar masyarakat Kota Kupang.

Baca Juga :  Bambang ajukan persyaratan tarik Buku Jokowi Undercover

sam2

Dalam kesempatan itu, Samuel Haning menyatakan di depan ribuan mahasiswa, dan ratusan dosen bahwa jiwa kepahlawan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan. “Karena dengan jiwa kepahlawanan, budaya di Negara Indonesia dapat berkembang sesuai dengan apa yang kita harapkan. Hal yang sama pun dilakukan oleh seorang guru atau dosen yang telah memperjuangkan dan mendidik orang-orang yang tidak tahu menjadi tahu.

“Perjuangan seorang pengajar begitu besar terhadap nusa bangsa, dan juga banyak kader-kader mudah yang lahir di tangan mereka. Jiwa kepahlaawan dipupuk maka akan berkembang nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab berdedikasi, loyal, tanggung, dan cinta terhadaap sesama. Semua ini sangat sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan dan kebudayaan di berbagai bidang khususnya di bidang pendidikan Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai Flobamorata,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kupang, Ester Muhu memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh para mahasiswa tersebut. Menurut Ester, kegiatan ini sangat istimewa, karena hal ini merupakan wujud nyata untuk melestarikan seni dan budaya yang dimiliki NTT.

“Karena NTT mempunyai potensi budaya yang siap dipromosikan pada event Nasional maupun internasional dan tidak kalah dengan daerah lain. Budaya di NTT akan tetap hidup apabila kreativitas diri terus ditingkatkan. Kegiatan ini juga akan meningkatkan motivasi jiwa akan seni dan budaya. Semoga dengan kegiatan ini NTT akan semakin dikenal dimata dunia sebagai daerah yang memiliki seni dan budaya yang unik,” kata dia. (Semar)

Pencarian Terkait:

  • tarian congka sae

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button