Home / Populer / Pemkot Kupang PHK dengan Restorant Teluk Kupang

Pemkot Kupang PHK dengan Restorant Teluk Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
teluk kupangSuasana pesta di Restorant Teluk Kupang. (Foto: telukkupang-resto.blogspot.com)

 

 

MORAL POLITIK – Pemerintah Kota telah melakukan pemutusan kontrak lahan dengan restaurant Teluk Kupang di Jalan Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima. Pemutusan kontrak atas lahan yang dijadikan restaurant, disebabkan pihak restaurant Teluk Kupang tidak menaati klausul dalam kontrak yang telah ditandatangani bersama antara pemerintah dan pihak pengelola restaurant Teluk Kupang.

Demikian dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Kupang, Daniel Zacharias kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Jumat (22/05/2015).

Menurutnya, pemutusan kontrak kerja sama karena pihak Restaurant Teluk tidak melunasi kewajibannya sesuia kontrak yang ditandatangani. Hingga pemutusan kontrak dilakukan, pihak restaurant Teluk Kupang masih berhutang sebesar Rp 364 juta, yang terdiri dari hutang sewa lahan sebesar Rp 74 juta dan sisa Rp 290 juta karena menunggak pajak bumi bangunan, dan pajak restaurant.

Ia mengaku, sebelum pemutusan kontrak, pihak pemerintah telah memberi surat peringatan sebanyak tiga kali, namun surat peringatan tidak pernah diindahkan oleh pihak Teluk Kupang. Setelah peringatan terakhir, pemerintah juga memberikan kesempatan kepada pihak Teluk Kupang selama sebulan terhitung sejak 12 Maret hingga 12 April lalu. Namun sampai tenggang waktu yang diberikan pihak Teluk Kupang, tidak memernuhi kewajibannya, maka pemerintah Kota Kupang mengambilkan tindakan tegas dengan memutuskan kontrak kerjasama pihak teluk Kupang.

“Pemutusan karena pihak teluk kupang hanya janji mau melunasi hutangnya, tapi tidak pernah terealisir. Setiap kali peringatan diberikan mereka hanya berjanji. Bahkan tenggang waktu sebulan yang diberikan karena pemerintah masih bermurah hati karena permintaan dari pengelola, namun karena tidak ditepati juga, terpaksa dilakukan pemutusan kontrak,” katanya.

Baca Juga :  Teman Ahok, Ibarat Pacaran Lama Tapi Dilamar Orang

“Saat ini pemerintah masih memberikan waktu sementara kepada pihak Teluk Kupang untuk berbenah dan mempersiapkan kepindahan. Waktu yang diberikan tidak terlalu lama. Sampai batas waktu yang diberikan mereka tidak segera pindah, maka pemerintah akan mengambil lengkah tegas,” pungkas dia. (Nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button