Home / Populer / Pemkot Kupang Segera Relokasi Pasar Ikan di Kelapa Lima

Pemkot Kupang Segera Relokasi Pasar Ikan di Kelapa Lima

Bagikan Halaman ini

Share Button
oebaPasar Ikan di Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Ist)

 

MORAL POLITIK – Rencana Pemerintah Kota Kupang untuk merelokasi pedagang ikan di jalan Timor Raya, tepatnya di depan Hotel Aston Kupang, untuk sementara ditunda sambil menunggu dimulainya pengerjaan reklamasi pantai di pesisir Kelapa Lima.

“Sesuai rencana, pantai Kelapa Lima akan direlokasi sepanjang 30 meter dari bibir pantai. Reklamasi itu dilakukan untuk memindahkan para pedagang ikan yang berjualan tepat di pinggir jalan Timor Raya,” kata Kepala Dinas Perikanan Kelautan Kota Kupang, Thomas Jansen Gah kepada moral-politik.com di Kupang, Sabtu (16/5/2015).

Menurutnya, pemerintah sudah sepakat agar pasar ikan yang berada di Kelapa Lima tidak lagi dipindahkan, namun pasar tersebut akan dipindahkan lebih kedalam setelah lokasi tersebut direklamasi.

“Kalau para pedagang dibiarkan berdagang akan menimbulkan kesan kumuh. Para pedagang akan ditata sedemikian rapi setelah reklamasi rampung dikerjakan,” tambahnya.

Ketika ditanya kapan reklamasi pantai akan dikerjakan, Thomas mengaku belum tahu kapan reklamasi akan dikerjakan. Namun pastinya reklamasi akan dikerjakan dalam waktu dekat. Pemerintah telah mengajukan proposal pendanaan pembangunan reklamasi kepada pemerintah pusat, dan mudah-mudahan pemerintah pusat dapat menjawab proposal itu secepat mungkin dan pembangunan reklamasi akan dilakukan.

Menurutnya, ketika pekerjaan reklamasi dilakukan, para pedagang akan direlokasi sementara, sambil menunggu pekerjaan selesai. Tujuan dari relokasi agar keberadaan para pedagang tidak mengganggu aktifitas pekerjaan reklamasi. Ketika disinggung lagi soal lokasi yang akan dilakukan, menurutnya, para pedagang sebagian besar akan direlokasi ke Pasar Ikan Felaleo, dan setelah relokasi rampung para pedagang akan dikembalikan. Saat ini, pungkas Thomas, tercatat ada sebanyak 60 lebih pedagang yang berdagang di pasar ikan tersebut. (Nyongky)

Baca Juga :  Alasan Warga Indonesia di Belanda Gelar Demo di KBRI

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button