Home / Populer / Potensi Batu Akik di NTT Sangat Menggembirakan

Potensi Batu Akik di NTT Sangat Menggembirakan

Bagikan Halaman ini

Share Button
tobi ulyKepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT, Thobias Uly. (Foto: Semar)

 

MORAL POLITIK – Penambangan dan penggalian batu akik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kian hari kian melonjak, karena itu pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan Pemkab/Pemkot untuk mememperketat pengendalian dan pengawasan batu akik agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan, tetapi pemerintah tetap berusaha agar hal ini tidak merugikan masyarakat pengrajin.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT, Thobias Uly kepada moral-politik.com, di ruangan kerjanya, Senin (25/5/2015) menuturkan bahwa regulasi terkait Galian C memang sudah ada, namun belum spesifik soal batu akik tersebut.

“Kita berharap potensi batu akik yang saat ini lagi membumi bisa dinikmati oleh masyarakat di NTT sehingga peran pemerintah adalah memberikan pelatihan kepada pengrajin tradisional agar bisa bersaing dengan pengrajin-pengrajin dari luar,” katanya.

Menurut Thobias, dengan adanya peran pemerintah terhadap potensi batu akik tersebut, maka diharapkan bisnis batu akik ini dapat menjadi lapangan pekerjaan baru di NTT. Oleh karena itu, kedepan, pemerintah akan membuat regulasi khusus yang spesifik terkait batu akik. “Memang batu akik ini tergolong masuk dalam galian C dan memang sudah ada regulasinya, namun belum spesifik, sehingga kedepan kita akan membuat sebuah regulasi yang spesifik,” tambahnya.

Terpisah, Kabid Pertambangan Boni Marasi, mengakui saat ini lagi ada trend batu akik, sehingga dalam rangka pengendalian sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dimana membagi tiga kewenangan. Yaitu Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, namun tentunya perijinannya ada di Kabupaten/Kota.

“Seiring dengan membuminya batu akik ini perlu ada regulasi yang mengatur jelas. Saat ini pemerintah Provinsi melakukan kiat-kiat dengan menyampaikan kepada Kabupaten/Kota untuk memperketat pengendalian dan pengawasan penggalian batu akik tersebut, karena jika tidak, hal ini akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Kita akan segera bersurat dan memberikan himbauan kepada Kabupaten/Kota untuk memperketat pengawasaan dan pengendalian soal penggalian batu akik ini,” pungkas dia. (Semar)

Baca Juga :  Mengapa Menteri Rini ingin jual Gedung Kementerian BUMN?

 

Pencarian Terkait:

  • moral batu akik

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button