Home / Populer / Respons Ketua Majelis Hakim Atas Permintaan Kuasa Hukum Pandango

Respons Ketua Majelis Hakim Atas Permintaan Kuasa Hukum Pandango

Bagikan Halaman ini

Share Button
ida bagusKetua Majelis Hakim Ida Baguss Dwi Yantara sedang memimpin persidangan. (Foto: Semar)

 
MORAL POLITIK – Ketua Majelis Hakim persidangan terkait kasus dugaan korupsi yang menimpa terdakwa Yubilate Pieter Pandango, Ida Baguss Dwi Yantara menyatakan bahwa dirinya sedang melihat perkembangan perihal permintaan dari kuasa hukum Yanti Iobelan.

“Nanti saya lihat dulu, lalu berkoordinasi dengan Tim terkait penyakit terdakwa. Kalau kami sudah pertemuan dengan Tim baru saya memberikan kepastian,” kata Ida Baguss Dwi Yantara dengan nada pelit-pelit, pada saat penutupan persidangan di kantor Pengadilan Tipikor Klas 1A Kupang, Jalan Kartini No.V, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (25/5/2015).

Sebelumnya, media ini mewartakan bahwa Tim Kuasa Hukum terdakwa Yubilate Pieter Pandango, Yanti Iobelan meminta Majelis Hakim bersama Jaksa untuk memberikan terdakwa kesempatan untuk berobat di Rumah Sakit. Pasalnya selama ini, pihak terdakwa tidak pernah mendapatkan pengobatan selama proses tahan di Rumah Tahanan Penfui Kupang, Sedangkan terdakwa selama ini sedang sakit gula yang cukup parah, dan itu membutuhkan pertolongan medis.

Kepada moral-politik.com setelah persidangan di halaman kantor Pengadilan Tipikor Klas 1A Kupang, di Jalan Kartini No.V, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT), Senin (25/5/2015) ini, Yanti Iobelan menuturkan bahwa terdakwa selama menjalani proses tahanan dan tidak pernah dirawat, sehingga dokter yang merawat pun tidak diperbolehkan masuk untuk dirawat dalam tahanan.

“Oleh karena itu saya harap kepada Ketua Majelis Hakim yang mulia memberikan waktu kepada saudara tersangka untuk diberobat di rumah sakit, karena selama ini juga pihak terdakwa sedang kena penyakit gula yang cukup berat, dan itu membutuhkan pertolongan medis yang cukup serius. Jika persidangan ini dilanjutkan, saya harap kepada Ketua Majelis Hakim yang mulia, agar memberikan waktu kepada terdakwa keluar dari tahanan sementara untuk berobat di rumah sakit. Kalau Majelis Hakim tidak memberikan ruang untuk berobat bagaimana sidang ini dilanjutkan?” katanya.

Baca Juga :  10 tahun kerja, Guru SD GMIT TTS digaji Rp50 ribu per bulan

Perlakukan seperti ini sangat tidak baik, tambahnya.

“Saat dokter berkunjung ke rumah tahanan untuk mmbeikan pengobatan pun pihak penjaga pun dilarang masuk oleh penjaga,” pungkas dia. (Semar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button