Home / Populer / Rintihan Hati Nasabah BTPN Cabang Kupang

Rintihan Hati Nasabah BTPN Cabang Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
btpn1Gedung BTPN Cabang Kupang. (Foto: Semar)

MORAL POLITIK – Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Kupang yang terletak di Jln. Bunga Flores No.8 Keluarahan Fatubesi, Kota Kupang, pada hari Selasa silam membuat gerah beberapa nasabah yang datang untuk melunasi hutangnya. Pihak Bank mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa melayani pelunasan hutang setiap 10 orang dalam satu bulan.

Beberapa masyarakat merasa kesal dengan kinerja BTPN Cabang Kupang, pasalnya sejumlah nasabah BTPN yang mendatangi Bank untuk melunasi pinjaman dilarang untuk melunasi pinjaman di Kantor BTPN tersebut.

“Saya ingin melunasi hutang di Bank itu, namun pihak Bank tidak mau melayani, dan mereka hanya melayani 10 orang setiap bulan, sedangkan saya sudah mendatangi bank selama 3x dalam 3 bulan ini, namun tidak di layani,” kata Adolvo de Carfailo yang saat itu ditemui moral-politik.com.

Menurutnya, ada sekitar 30 orang pensiunan yang datang untuk melunasi hutang di Bank BTPN ini, tapi pihak Bank hanya memberi janji dan tidak mau melayani para pensiunan dengan pinjaman 80 juta. Ia mengatakan bahwa, pinjaman yang diambil dari BTPN ini sebanyak 80 juta, sendangkan angsuran pembayaran selama satu tahun sudah sebesar belasan juta. Untuk itu dirinya merasa bunga pinjaman sangat beser sehingga ingin melunasi pinjamannya pada BTPN, namun yang terjadi, disaat dirinya ingin melunasi semua pinjaman, pihak BTPN terkesan berbelit–belit dan tidak transparan terhadap nasabah.

“Saat ini kita datangi lagi BTPN masih terus mengulur waktu pengajuan ke tanggal 19 Juni 2015 mendatang. Saya berniat untuk melunasi semua pinjaman saya di BPTN ini karena saya tidak ingin bunga bertambah lebih besar lagi di BTPN,“ kata Adolvo.

Baca Juga :  Alasan Tiongkok kirim kapal bantu pencarian QZ8501

Dikatakannya, untuk melunasi semua pinjaman miliknya ini di BPTN, dirinya harus mengadaikan tanah miliknya. BPTN tidak tranparan dalam menjalankan aturan yang ada sehingga sebagai nasabah merasa sangat dirugikan. Seharusnya ia sudah bisa melunasi semua pinjaman sehingga pembayaran anguran bunga tidak ada lagi tetapi terkesan bahwa dirinya perlakukan tidak adil sehingga harus membayar bunga pinjaman terus menerus.

Adolvo mengeluhkan sikap pegawai BTPN sendiri terhadap nasabah yang sangat tidak ramah. Sikap yang ditujukan pada saat nasabah mengajukan permohonan pelunasan sangat kasar. “Kita ke sini bukan untuk ribut tetapi kita ingin melunasi semua pinjaman sehingga kita tidak inggin lagi berurusan dengan BTPN. Tetapi yang kita dapat pelayanan yang sangat kasar,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Manejer Bank BTPN Cabang Kupang saat di kunjungi wartawan berulang kali belum bisa ditemui sehingga sampai berita ini diturunkan, petugas keamanan (security) dan beberapa karyawan BTPN selalu mengatakan bahwa kepala tidak berada di tempat, karena sedang keluar daerah. (Semar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button