Home / Populer / Tidak Ada Toleransi bagi Penjual Kelapa dan Helm

Tidak Ada Toleransi bagi Penjual Kelapa dan Helm

Bagikan Halaman ini

Share Button
operasi3
Satpol PP Kota Kupang menertibkan pedagang kelapa dan helem di Jalan El Tari, Kota Kupang. (Foto: Alvaro)

 

 

 

MORAL POLITIK – Pemerintah Kota Kupang tidak lagi mentolerir keberadaan para penjual kelapa dan helm yang menggelar dagangan mereka di Jalan El Tari, Kota Kupang. Keberadaan para penjual kelapa dan helm tidak lagi memungkinkan di tempat tersebut, sehingga pemerintah akan mengambil langkah tegas jika ada penjual kelapa dan helm yang masih menggelar dagangan mereka.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Mesakh Bailaen, kepada moral-politik.com usai mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Kota Kupang, dan para pedagang Kelapa dan Helm yang datang mengadu nasib mereka kesekian kalinya ke Komisi II, menyusul mereka di relokasi di Jalan POM.

“Kami tidak bisa lagi mentolerir keberadaan mereka. Hari ini Mereka datang lagi mengadu ke Komisi soal relokasi tersebut dan meminta mereka dijinkan kembali berdagang di jalan eltari,” katanya.

operasi2

Menurutnya, pemerintah sudah berkomitmen untuk merelokasi para pedagang kelapa dan penjual helm ke Jalan POM, namun para pedagang bersikeras menggelar dagangan mereka di Jalan El Tari.

Sebelumnya, kata Bailaen, pemerintah telah memberika mereka batas waktu seminggu untuk memindahkan sendiri dagangan mereka ke lokasi yang telah ditentukan, namun para pedagang bersikeras enggan pindah. Setelah batas waktu yang diberikan pemerintah tidak diindahkan, pemerintah kemudian mengambil langkah tegas dengan memindahkan para pedagang ke lokasi yang disiapkan. Setelah dipindahkan, para pedagang sepertinya enggan dipindahkan, dan mereka kemudian menggelar kembali dagangan mereka di Jalan El Tari.

“Atas tindakan nekat dari para pedagang yang tidak mengindahkan aturan, pemerintah kemudian menertibkan jualan para pedagang. Merasa tidak puas dengan tindakan pemerintah, para pedagang datang mengadu lagi ke DPRD untuk dijinkan berdagang lagi di jalan Eltari, namun pemerintah tetap berkeras untuk tidak mengijinkan mereka berdagang lagi di jalan El Tari,” tambahnya.

Baca Juga :  Inilah permasalahan listrik di Manggarai Timur

“Pemerintah Kota Kupang hanya mengijinkan para pedagang jagung bakar yang boleh menggelar dagangan di Jalan El Tari. Sementara pedagang warung makan, kelapa hanya diperbolehkan berdagang di Jalan POM. Jika ada pedagang makanan, kelapa muda dan helem yang berjualan di lokasi Jalan El Tari, maka pemerintah akan bertindak tegas,” pungkas dia. (Nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button