Home / Populer / Veki Lerik Laporkan Dugaan Proyek Siluman ke Kejati NTT

Veki Lerik Laporkan Dugaan Proyek Siluman ke Kejati NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
vlAnggota DPRD NTT Veki Lerik (kiri) dan penyidik khusus Kajati NTT, Gasper Kase (kanan).  (Semar)

 

MORAL POLITIK – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, Veki Lerik mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, untuk melaporkan adanya dugaan proyek siluman yang beberapa hari terakhir ini menjadi diskursus di Provinsi Nusa Cendana ini.

Pantauan moral-politik.com, Senin (4/5/2015), kedatangan Veki Lerik tersebut untuk melaporkan terkait dugaan pengadaan 14 proyek “siluman” yang dimasukkan Anggota DPRD NTT ke dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2015 dengan total nilai mencapai Rp 7,4 miliar.

Menuju ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Veki yang adalah mantan Ketua DPRD Kota Kupang dari Partai Golkar ini, memilih berjalan kaki, apalagi jarak tempuhnya hanya sekitar 50 meter.

Setelah Veki tiba di Kantor Kejati NTT, dirinya terlebih dahulu melaporkan diri sebagai tamu ke piket. Kemudian dari petugas piket langsung mengarahkannya ke ruangan Asisten Pidana Khusus, yang disambut oleh salah satu penyidik khusus Kajati NTT, Gasper Kase.

Dalam laporannya ke Kejati NTT, Veki menuturkan perihal upayanya untuk pencegahan terhadap tindak pidana korupsi.

“Sebelum saya datang ke Kejati NTT, tadi pagi kita sempat rapat pimpinan di DPRD dan saya meminta proyek siluman ini dihentikan atau DPRD NTT mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan proyek yang sudah ditenderkan oleh Dinas PU NTT tersebut,” tambahnya.

Bakal Calon Wali Kota Kupang yang diprediksi akan bersaing ketat dengan Ketua Gerindra NTT, Esthon Foenay ini mengisahkan lebih lanjut, bahwa laporannya ke Kejati NTT merupakan tindakan pencegahan korupsi, yang seharusnya didukung penuh oleh semua pihak.

“Kalau proyek ini sudah berjalan baru saya lapor itu akan membuat orang susah. Oleh karena itu tadi saya lapor itu untuk pencegahan terhadap dugaan proyek siluman,” katanya meyakinkan.

Baca Juga :  Duh, Kemkominfo Ancam Akan Blokir Facebook, Whatsapp dan Twitter!

“Di saat saya lapor Kejati NTT langsung menangapi dan meminta saya untuk segera membuat laporan tertulis yang disertai dengan dokumen-dokumen, supaya pihak Kejati cepat bertindak,” pungkas pemilik Grup Facebook Veki Lerik Bebas Bicara ini. (Semar)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button