8a1d96d5-9216-471d-b658-ade9e8da407a_169

 

 
MORAL-POLITIK.COM – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR mulai pecah dalam mengusut kasus dugaan pelanggaran etik di pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dan Donald Trump. Meski begitu, Wakil Ketua MKD Junimart Girsang tetap yakin proses akan berjalan dengan objektif dan berintegritas.

“Sesuai dengan visi dan misi di MKD itu sendiri. Objektifitas, integritas itu saja. Tapi nanti ketika ketua tim investigasi ini tidak bekerja secara baik dan tidak sesuai dengan apa yang kita gariskan, kita evaluasi,” kata Junimart di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/9/2015).

Penyelidikan kasus Novanto-Trump ini dipimpin oleh Wakil Ketua MKD dari F-Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Anggota MKD dari F-Hanura Sarifuddin Sudding menyebut penunjukan Dasco sepihak dan bahwa MKD sudah mulai terpecah dalam mengusut kasus ini.

Menurut Junimart, penunjukan ketua tim penyelidikan tidak perlu dilakukan dalam rapat pleno. Dia menyebut penunjukan Dasco tidak bermasalah di level pimpinan MKD.

“(Penujukan) tidak diatur. Silakan dibuka di MD3. Tetapi adalah menjadi hak anggota juga untuk keberatan. Silakan diajukan, nanti kita akan bicarakan dan musyawarahkan. Kita fine-fine saja di level pimpinan tidak ada masalah,” ujar politikus PDIP ini.

Junimart mengaku tidak mempermasalahkan latar belakang Dasco yang berasal dari Gerindra dan bahwa Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang ikut dalam delegasi juga berasal dari Gerindra. Dia menyebut dokumen yang diperoleh Dasco juga dibahas bersama.

“Ini ketua tim penyelidik, bukan ketua tim sampai tuntas. Hanya sampai lidik saja. Hasil penyelidikan itu dokumen-dokumen akan kami verifikasi. Saya dapat dokumennya semua itu, artinya dia fair. Jadi tidak perlu dipertanyakan,” tegasnya.

Sebelumnya, Sudding menyebut yang menunjuk Dasco adalah Wakil Ketua MKD lainnya yang berasal dari Partai Golkar, Hardi Susilo. Dia menganggap kini MKD sudah tidak kompak dalam mengusut kasus Novanto-Trump.

“Itu keputusan sepihak, tanpa rapat pleno. Di unsur pimpinan tidak kompak. Masing-masing punya agenda,” kata anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifuddin Sudding di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2015). **

Penulis  : imk/ahy
Editor    : erny
Sumber : detik.com