kamisMargarito Kamis.

 

MORAL-POLITIK.COM – Ahli hukum tata negara Margarito Kamis menduga ada permainan politik di balik sikap PDI Perjuangan yang tak kunjung mengganti posisi Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo sebagai anggota DPR RI. Ia menganggap hal ini tidak wajar karena hal itu hanya terjadi pada Puan dan Tjahjo, sementara pada politisi lain dari PDI-P tidak demikian.

Margarito mengatakan, sikap partai pemenang Pemilu Legislatif 2014 itu bisa jadi untuk mengantisipasi adanya reshuffle kabinet. Jika sewaktu-waktu Puan dan Tjahjo dicopot dari jabatan menteri, maka mereka bisa dengan mudah kembali ke Senayan.

“Kalau Anda bicara permainan politik, jangan-jangan situasi ini dimaksudkan untuk itu (antisipasi reshuffle). Nanti bisa balik lagi (ke DPR) dengan alasan, ‘Kan belum berhenti’,” kata Margarito di Jakarta, Minggu (13/9/2015).

Margarito menilai tidak wajar bila proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk Puan dan Tjahjo memakan waktu hingga hampir satu tahun. Sementara itu, anggota DPR yang diangkat menjadi menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Hanura sudah digantikan oleh kader lain di parlemen. PDI-P juga sudah melakukan PAW terhadap dua anggotanya di DPR, yakni Djarot Saiful Hidayat yang dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Adriansyah yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Ini seperti ada game politik. Kan alasannya, ‘Kami (partai) masih mencari-cari.’ Enggak bisa itu,” ucap Margarito.

Menurut Margarito, PDI-P tidak perlu pusing mencari pengganti kedua Puan dan Tjahjo di DPR. PDI-P cukup menunjuk calon legislatif yang mendapatkan suara nomor dua di daerah pemilihan yang sama dengan Puan dan Tjahjo. Menurut dia, urusan pergantian ini bisa diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum.

“Suka tidak suka, mau dia berkualitas atau tidak, karena dia dipilih, maka dia yang harus menggantikan,” kata Margarito.

Selain Puan dan Tjahjo, politisi PDI-P, Pramono Anung, juga masih berstatus sebagai anggota DPR meski sudah dilantik sebagai Sekretaris Kabinet. Pelantikan Pramono sebagai Seskab dilakukan ketika reshuffle kabinet pada Agustus 2015. Adapun Puan dan Tjahjo diangkat menjadi menteri pada Oktober 2014. ***

Penulis  : Ihsanuddin
Editor    : Laksono Hari Wiwoho/Erny
Sumber : Kompas.com