vjonWali Kota Kupang Jonas Salean (kanan) dan Anggota DPRD NTT Veki Lerik  (kiri)

 
MORAL-POLITIK.COM – Ramadhan Abdulah, warga RT. 09, RW 03 Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, ditangkap warga Fatululi karena mencuri baterai pada lampu jalan, di belakang rumah jabatan Wali Kota Kupang, Jonas Salean. Ramadhan ditangkap warga ketika melakukan aksinya, pagi tadi, Senin (14/9/2015).

Aksinya kepergok masyarakat yang mengamatinya ketika memanjat tiang lampu jalan. Ramadhan kemudian ditangkap dan dibawa ke Polsekta Kelapa Lima. Dihadapan penyidik, Ramadhan mengaku sudah tiga kali melakukan aksi pencurian, dan setiap kali beraksi, ia mengaku mengambil sebanyak 2 baterai lampu jalan, sehingga total baterai yang berhasil digondol sebanyak 6 buah. Ia juga mengaku bahwa harga jual baterai lampu jalan cukup mahal sehingga dirinya memilih melakukan aksi pencurian baterai lampu jalan yang harga per-unitnya sekitar Rp. 4 juta.

Ramadhan juga mengaku, pernah bekerja pada salah satu perusahan pemenang tender pengadaan baterai lampu jalan di Kota Kupang, sehingga ia mengetahui dengan jelas harga dari baterai jalan.

Ketika dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, hadir juga Wali Kota Kupang Jonas Salean. Pada kesempatan itu, Jonas Salean meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini, karena diduga ada keterlibatan mafia di dalamnya. Jonas Salean mengaku, selama ini ada sekitar 60 lebih baterai lampu jalan yang dicuri, sehingga dirinya mencurigai ada mafia yang terlibat di dalamnya.

“Pasti ada orang yang memahami dengan benar fungsi dari baterai lampu jalan baru mereka mau mengambilnya. Masyarakat awam tidk mungkin tahu fungsi dari baterai itu dan orang yang paham benar fungsi baterai dengan nilai jual yang mencuri barang itu. Selain itu pasti ada penadah hasil curian itu yang paham barang itu akan dijual kemana, sehingga kecurigaan saya pasti ada mafia didalamnya,” katanya.

Salean juga berjanji akan melanjutkan kasus ini hingga keranah hukum. “Saya datang kesini karena mau kasus ini diusut secara tuntas hingga keranah hukum. Pemerintah tidak akan mengampuni perbuatan yang merusak kepentingan umum,” pungkasnya.

Penulis: Nyongki
Editor : Erny