Home / Populer / 5 Agenda Kerjasama Gubernur NTT dengan Wali Kota Kupang

5 Agenda Kerjasama Gubernur NTT dengan Wali Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
trio-nttBupati Kupang Ayub Titu Eki, Guernur NTT Frans Lebu Raya, dan Wali Kota Kupang Jonas Salean (Foto: lensantt.com)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Maju atau mundurnya pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lazimnya dilihat pada sejauh mana keadaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kota Kupang sebagai Ibukota Provinsi NTT.

Sadar akan realitas tersebut, Pemerintah Provinsi NTT tergerak untuk melihat cela-cela mana yang bisa dimasuki untuk membangun baru dan atau membenahinya.

Demikian antara lain intisari yang terkuak dari diskusi lepas dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Andre W. Koreh, di ruang kerjanya, tiga pekan silam.

Andre mengalkisahkan, sesuai regulasi yang berlaku, Pemprov. NTT diperkenankan untuk membangun Kota Kupang atau Kabupaten lainnya. Selama ini, kebijakan yang ditempuh oleh Pak Gubernur adalah membangun secara merata di semua kabupaten/kota se NTT. Namun persoalannya, Kota Kupang sebagai Ibukota Provinsi selalu dijadikan tolok ukur sejauh mana kemajuan pembangunan di NTT. Bepijak dari terang pikir tersebut, tambahnya, agar tak dinilai telah lompat pagar, Pemprov NTT telah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Kupang, Jonas Salean dan jajarannya, terutama Dinas PU Kota Kupang.

“Kami telah mengadakan rapat koordinasi pembangunan infrastruktur Kota Kupang antara Dinas PU NTT dengan Wali Kota Kupang,” buka Andre Koreh.

Andre melanjutkan tapi didampingi Sekretaris Dinas PU NTT, Johanes Toby, bahwa ada lima point penting yang telah didiskusikan bersama.

Pertama, soal sektor air minum. Teknis operasionalisasinya adalah bagaimana mengoptimalisasi pemanfaatan idle kapasitas SPAM yang telah dibangun, khususnya pada sistim PAM Tilong/Tulun, dan sistim IPA SUF (System Ultra Filtation/pengolahan air siap minum) di Manutapen.

Baca Juga :  Pernyataan Ahok ditanggapi Jubir KPK Johan Budi

Kedua, menindak lanjuti percepatan/pelaksanaan tambahan sambungan rumah baru di Kota Kupang dengan target 10.000 unit pada akhir tahun 2015, sebagai pelaksanaan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Provinsi NTT dan Direktorat Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dengan rapat-rapat teknis antar instansi terkait di Pemkot Kupang dan Dinas PU Provinsi NTT.

Ketiga, mendukung upaya pembangunan Bendungan Kolhua dalam rangka tambahan Kapasitas Air Baku bagi kebutuhan Air Minum masyarakat di Kota Kupang di masa yang akan datang. Hal ini akan dimulai dengan pelaksanaan Studi Amdal oleh BWS NT II Tahun 2016, dan sosialisasi masyarakat di Kolhua akan diteruskan oleh Pemkot Kupang.

Keempat, tetap terus berupaya memberikan fasilitasi dan menyelesaikan permasalahan dualisme kelembagaan pengelola air minum di wilayah Kota Kupang.

Kelima, pemanfaatan dan optimalisasi infrastruktur air minum yang telah dibangun dan mengoperasionalkan sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) yang ada oleh para pengelola, yaitu BLUD SPAM Dinas PU Provinsi NTT dan PDAM Kota Kupang.

Hasil kesepakatan tersebut, jelasnya, akan dituangkan dalam memorandum of understanding antara Pemprov NTT dengan Pemkot Kupang.

“Jika Pemkot Kupang setujui drafnya, akan ditandatangani bersama Pak Gubernur. Kami berharap dalam waktu dekat ini,” pungkas salah satu calon Sekda NTT ini. **

Penulis : Vincent

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button