Home / Populer / Apakah Kabut Asap ulah KMP terutama Gerindra?

Apakah Kabut Asap ulah KMP terutama Gerindra?

Bagikan Halaman ini

Share Button
Kabut Asap Kabut Asap

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Selama bertahun-tahun, hingga bergenerasi, sejak zaman pemerintah Soeharto, kabut asap akibat kebakaran lahan gambut di perkebunan sawit sudah melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tahun ini kabut asap yang terjadi termasuk yang paling parah.

Pemerintah Indonesia akhirnya mau menerima bantuan asing dalam mengatasi kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Rusia, Jepang, China, dan Thailand sudah menyatakan kesediaannya membantu pemadaman titik api di Sumatera dan Kalimantan.

Kutipan hatree.com, negara tetangga Malaysia dan Singapura sebelumnya sudah mengeluhkan kabut asap yang melanda wilayah mereka akibat kebakaran lahan gambut di Indonesia.

Pemerintah sudah menyatakan akan menindak tegas para pelaku, baik individu maupun perusahaan, yang terbukti membakar lahan. Singapura juga sudah mendesak pemerintah Indonesia untuk menindak para pelaku.

Kepentingan Politik pada Kebakaran Hutan
Berdasarkan informasi yang dikutip dari salah satu postingan di group facebook yang saat ini postingan tersebut sepertinya sudah dihapus oleh Adminnya. Postingan tersebut dituliskan bahwa:

Terbongkar sebuah rahasia yang dibeberkan oleh pelaku pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Mungkin ini bisa menjadi jawaban mengapa tahun ini adalah kabut asap terparah yang terjadi di Indonesia.

Mereka adalah TN (31), GH (29), JL (34), LP (32), dan RR (42) yang menjadi tersangka pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Mereka mengatakan bahwa ini bukan sepenuhnya ulah mereka karena ada kekuatan politik di belakangnya.

“Bukan hanya perusahaan besar saja, tapi juga terdapat kepentingan politik ini pak. Kami cuma disuruh bakar, katanya mau buka lahan. Tapi kok buka lahan, katanya suruh bakar asal-asalan saja. Harusnya kalau buka lahan harus dihitung-hitung dulu, biar rata dan kena semua sesuai dengan sasaran”, kata TN kepada polisi.

Baca Juga :  Presiden Jokowi ke Manado hadiri perayaan Natal

GH menambahkan bahwa orang yang membayarnya merupakan kader dari partai berlambang kepala burung garuda. “Waktu pembayaran uang muka, Saya melihat ada file-file kertas dengan kop surat berlambang partai gerindra. Di situ sebenarnya Saya juga sudah mikir kalau ini gak bener, tapi namanya kita orang kecil butuh uang, ya terpaksa deh ngelakuin juga, ucap GH sambil menundukkan kepalanya.

JL, LP dan RR yang sempat dimintai keterangan akan hal ini juga menuturkan hal yang kurang lebih sama seperti yang diutarakan oleh GH dan TN. Dari pihak kepolisian sendiri mengaku masih sulit untuk menemukan siapa oknum dari partai yang dimaksud tersebut.

Api NegaraJokowi

Kritikan-kritikan terhadap Presiden Joko Widodo
Dari pernyataan yang telah diberikan di atas sepertinya bisa disimpulkan mengapa terdapat banyak sekali kritik yang datang kepada Presiden Joko Widodo akan penanganan kabut asap ini. Berikut sudah hatree.com kumpulkan juga beberapa kritikan yang pernah dilontarkan kepada Presiden Jokowi:

Syarief Hasan kritik Jokowi Lamban tak seperti SBY

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, merasa maklum bila Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyebut pemerintah Indonesia lamban menangani kabut asap. Dia meminta pemerintahan Jokowi meniru pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) yang diklaimnya sigap mengatasi kebakaran hutan di beberapa daerah di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

“Memang kami lihat agak lamban ya. Seharusnya cepat kayak SBY dulu,” kata Syarief di Gedung DPR, Jakarta

Rachmawati Kritik Jokowi telat datang

Salah satu anak Presiden RI pertama Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri mengkritik kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah yang terdampak kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  Kepingan 'Puzzle Drama' Partai Demokrat di UU Pilkada prediksi Gun Gun

Menurut Rachmawati, langkah Presiden Jokowi memantau penanganan kabut asap itu telat. Dia juga berpendapat, penanganan pemerintah atas persoalan pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan itu juga lambat.

“Kalau sekarang dia (Jokowi) baru mengunjungi itu telat juga ya, sudah banyak yang meninggal (akibat kabut asap),” kata Rachmawati saat berbincang dengan Sindonews melalui sambungan telepon, Minggu (11/10/2015).

Fadli Zon kritik Jokowi Jangan Pencitraan

Fadli Zon yang masih memiliki kasus tentang pertemuannya dengan Donald Trump beberapa waktu lalu ini juga turut memberikan kritik terhadap Joko Widodo.

Dia menilai bahwa Jokowi jangan terlalu banyak pencitraan dengan menyebar foto-foto sendirian di lokasi kebakaran. “Masyarakat membutuhkan solusi, bukan foto-foto pencitraan seperti itu,” ujar Fadli.

Fahri Hamzah sebut Jokowi Plin Plan

“Kabut asap sudah menjadi bencana yang begitu besar, Presiden Jokowi baru menerima bantuan dari negara tetangga. Apa pak Presiden mau nunggu sampai rakyat mati semua?” ujar Fahri.

Fahri menilai kalau pemerintah sangat lamban, padahal permasalahan asap ini bukan masalah baru, seharusnya bisa belajar dari pemerintahan sebelumnya.

“Sebelumnya, Dia (Jokowi) menolak bantuan asing, sekarang menerima, kan itu namanya plin plan. Presiden kok plin plan?”, sambung Fahri.

Ini hanya sebagian kritik yang berhasil hatree.com kumpulkan dari berbagai sumber. Bagaimana menurut Anda? **

Editor    : Erny
Sumber : Hatree.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button