Home / Populer / Direktur BPJS Bertemu Gubernur Frans Lebu Raya

Direktur BPJS Bertemu Gubernur Frans Lebu Raya

Bagikan Halaman ini

Share Button
flrGubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya. (Semar)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mengungkapkan, untuk mencapai kesejahteraan adalah hal yang harus dipenuhi oleh pemerintah demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Salah satunya langkah pemerintah untuk memberikan jaminan sosial bagi para pekerja, untuk melindungi resiko-resiko kehidupan termasuk akibat aktifitas bekerja, ketika tidak aktif bekerja lagi,” kata dia, di Kota Kupang, Kamis (1/10/2015), pukul 10.00 Wita.

BPBJS ketenaga kerjaan, tambahnya, merupakan sebuah badan yang menyelenggarakan program-program perlindungan untuk para pekerja di Indonesia, di antaranya adalah jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan pensiunan.

“Perlindungan yang diberikan oleh BPJS ketenaga kerjaan merupakan hal yang wajib untuk diberi kepada para pekerja, baik kerja formal (Pekerja Penerima Upah/PPU) maupun informal (Bukan penerima Upah/BPU),” katanya.

BPJS Ketenaga Kerjaan juga memastikan, katanya, memberikan perlindungan yang mencakup seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari kepulauan kecil, juga tidak luput dari perhatian BPJS ketenaga kerjaan dalam memberikan hak para pekerja di wilayah ini untuk mendapatkan perlindungan. Dengan mendirikan 1 unit kantor cabang di Kupang serta 5 unit Kantor Cabang Perintis (KCP) yang tersebar di 5 kabupaten, antara lain, Ende, Labuan Bajo, Waingapu, Sikka, dan Belu (Atambua), diharapkan para peserta dapat terbantu dalam mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Sementara Itu, Direktur Utama BPJS Ketenaga Kerja, Elvyn G kepada moral-politik.com mengatakan, untuk menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi NTT Fran Lebu Raya beserta jajarannya.

Dijelaskan Elvin, pertemuan itu dilakukan agar pemerintah daerah ikut mendukung program-program BPJS Ketenaga Kerjaan yang masih sangat rendah bila dibandingkan dengan potensi kepesertaan pekerjaan penerima upah (PPU) di wilayah Kupang mencapai 1.656.371 orang dan hanya 28.979 orang PPU yang sudah mendaftar menjadi peserta, serta 130 orang bukan penerima upah (BPU).

Baca Juga :  Antsipasi tingginya arus mudik, Dishub pantau lapangan

Selain itu total perusahaan yang aktif di BPJS Ketenaga Kerjaan mencapai 1.904 perusahaan, dalam pembayaran jaminan hari tua sampai dengan bulan Agustus 2015 di wilayah Kupang, tercatat total jumlah klaim mencapai Rp. 16,64 Milyar dengan 1.703 klaim. Sementara jaminan kecelakaan kerja mencapai Rp. 428,5 juta dengan jumlah kasus kecelakaan kerja sebanyak 13 kasus dan jaminan kematian sebesar Rp. 1. 45 Milyar dengan total 69 kasus.

Namun, disamping pelayanan yang diberikan oleh kantor cabang dan KCP BPJS Ketenaga Kerjaan, layanan Trauma Center yang telah bekerjasama juga tersebar di 15 fasilitas kesehatan di wilayah NTT. Hal ini untuk memastikan seluruh tenaga kerja mendapatkan perlindungan yang baik dari kecelakaan kerja yang terjadi,” pungkas dia. **

Penulis: Semar Dju
Editor  : Erny

 

 

 

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button